Wakil Gubernur Papua,  Klemen Tinal, saat memberikan keterangan kepada media. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah Kota Jayapura diminta bertindak tegas membubarkan warga masyarakat yang nongkrong serta melakukan swafoto di Jembatan Youtefa.

Hal tersebut, guna menghindari bertambahnya korban jiwa, akibat terjatuh dari jembatan yang baru saja di resmikan Presiden Jokowi, satu pekan lalu.

“Saya minta (pihak terkait) perketat keamanan dan keselamatan (di Jembatan Youtefa). Jangan anggap remeh, lalu tidak jaga keselamatan diri, akhirnya terjatuh dan jadi korban”.

“Untuk itu, kami minta tidak ada (lagi) orang nongkrong di jembatan Youtefa dan sebagainya. Kami minta dengan tegas Pemkot Jayapura, harus (bubarkan dan) tertibkan daerah (Jembatan Youtefa) itu,” tegas Wagub Klemen Tinal, dalam keterangannya kepada pers di Jayapura, Senin (4/11/2019).

Sebelumnya, Respi Mulia Tassolong (20) melakukan selfie di atas Jembatan Youtefa di Jayapura, Papua, lalu jatuh ke laut, Jumat (1/11/2019).

Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR, Respi ditemukan tewas pada Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 08.40 Wit.

Wagub juga pada kesempatan itu, meminta Pemkot Jayapura segera menerbitkan peraturan yang melarang warga untuk duduk, memanjat bahwa ber-swafoto di di Jembatan Youtefa.

“Termasuk aturan yang melarang supaya jangan ada warung-warung jorok. Cukup kalian bikin jorok daerah lain. Kamu (wartawan) suka tidak orang jorok buang sampah seenaknya, tidur dalam warung, atau got dibikin warung?”.

“Orang Papua mulai sekarang berubah jangan jualan bikin rumah makan atau lapak (lalu bikin kotor). Walikota harap tertibkan mulai dari jalan masuk Jembatan Youtefa hingga ke sebelah. Sebab jembatan ini ikon kebanggaan kita di Papua sehingga saya minta dijaga kebersihan dan lainnya,” pungkas dia.(win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here