OKSIBIL (LINTAS PAPUA) –  Kabupaten Pegunungan Bintang adalah satu diantara 11 kabupaten di Provinsi Papua yang akan mengikuti pesta demokrasi pemilihan serentak bupati dan wakil bupati tahun 2020. Untuk itu Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang memulai tahapannya dengan Melaunching Pilkada Serentak, yang ditandai dengan penandatangan kesepakatan bersama diatas kain putih.

 

Bertuliskan DEKLARASI PILKADA DAMAI DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG  “Kami semua elemen pemerintah, TNI/POLRI, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan seluruh elemen masyarakat serta Paguyuban Nusantara di Kabupaten Pegunungan Bintang  sepakat menyerukan Pilkada Damai Tahun 2020, dengan tiga poin penting diantranya; satu : Tetap Menjaga Keamanan,Kedamaian dan Ketertiban Umum selama berlangsungnya tahapan pilkada tahun 2020 di Kabupaten Pegunungan Bintang; Kedua : Siap menolak informasi Hoax (Bohong) yang sengaja disebarluaskan oleh kelompok atau oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh kondisi dan situasi daerah; Ketiga : Saling mendukung dan meningkatkan koordinasi kerja demi suksesnya Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Pegunungan Bintang  yang aman dan kondusif.

 

Acara Deklarasi Damai itu dihadiri langsung oleh tiga Komisioner KPU Provinsi Papua, Ketua Teodorus Kosay, Sekretari dan Koordinator wilayah Diana Simbiak.

 

Sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dihadiri oleh Wakil bupati, Decky Deal, S.IP. Unsur TNI/Polri, dihadiri oleh Wakapolres Pegunungan Bintang, Akbp. Tofan Irdiyanto, S.IP, Dandim Pegunungan Bintang, Tokoh adat, tokoh agama, Paguyuban Nusantra, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan kaum milenial atau peserta calon pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun.

 

Pada kesempatan tersebut Ketua KPU Provinsi Papua, Teodorus Kosay dalam sambutannya mengatakan, dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua,   ada 11 kabupaten yang secara serentak akan mengikuti pilkada tahun 2020. Kabupaten Pegunungan Bintang adalah yang kedua menyelenggarakan Launching Pilkada Serentak setelah Kabupaten Merauke. Oleh sebab itu kata Kosay, akan menjadi contoh bagi Sembilan kabupaten yang lainnya untuk segera melaksanakan Launching yang sama sebagai tanda kita memberitahukan kepada masyarakat dan kepada siapa saja yang ada di Papua lebih khusus di Pegubin bahwa kita suda dan telah memulai tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Kab.Pegunungan Bintang.

 

“Kami KPU Papua memberikan apresiasi kepada KPU Pegunungan Bintang yang pada hari ini tepat tanggal 29 Oktober 2019,  telah melaksanakan Deklarasi Pilkada Serentak, kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik sampai pada 23 September 2020. Ini harus kami apresiasi KPU pegunungan Bintang karena pada pemilihan legislatif dan pilpres tahun 2019, telah menunjukan kwalitas kerjanya dengan yang pertama menyerahkan berkas rekap pileg tahun 2019, kepada KPU Papua, ini luar biasa”pungkas Kosay. Disambut tepuk tangan meraih.

Lebih jauh Kosay mengharapkan, dengan semangat yang suda ada pada pileg dan Pilpres tahun 2019, maka semangat yang itu juga, spirit yang itu juga akan digunakan pada saat pilkada 2020. Oleh sebab itu tugas kita sebagai masyarakat, sebagai pemerintah harus mengawasi bersama sehingga tercipta kedamaian, kenyamanan, kejujuran. Walaupun ada  Badan Pengawas (Panwas) yang telah diamanatkan dalam undang-undang untuk mengawasi tahapannya.

 

Ketua KPU Papua,  Theodorus Kossay berpesan agar KPU Pegunungan Bintang kreatif, inovatif melaksanakan semua tahapan dengan baik, yaitu sosialisasi, menyampaikan informasi tentang aturan kepemiluan kepada masyarakat, karena didalam sosialisasi itu ada edukasi, transfer pengetahuan tetang pemilu, tentang aturan-aturan, tentang partisipasi masyarakat dalam pemilu itu disampaikan disana. Karena sosialisasi adalah pintu, adaalah jembatan untuk meraih kesuksesan itu.

Berikut adalah KPU dalam melaksanakan semua tahapan menggunakan prinsip kepemiluan, yaitu Jujur, Adil, Terbuka atau transparan, kepastiaan hokum, profesionalitas sesuai dengan undang-undang no 1 dan 2 tentang kepemiluan, sehingga KPU harus berkaca pada prinsip ini.

Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Decky Deal,SIP, dalam sambutannya mengatakan, untuk mensukseskan pilkada Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2020 adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang tinggal dan hidup di Pegunungan Bintang. “saya tegaskan bahwa tujuan kita adalah Aman, Nyaman, Damai, sehingga kita semua ikut bertanggungjawab menjaka keamanan, kenyamanan dan kedamaian itu,” terang wakil bupati.

Dengan dilaunchingnya pilkada serentak di kabupaten Pegunungan Bintang, menurut wakil bupati bahwa itu adalah tanda mengawali tahapan-tahapan pilkada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Sehingga para peserta pilkada dan seluruh elemen masyarakat dapat mengikuti tahapan, mekanisme, proses-proses dari KPU dengan baik sampai selesai. “pesan saya ikut aturan undang-undang penyelenggara KPU dan panwas sehingga proses ini dapat berjalan dengan aman, saya piker itu yang penting karena semua orang rasa senang kalau aman,”harap wabup.

 

Pada kesempatan itu ketua KPU Pegunungan Bintang Titus Lao Mohi, M.Si menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah ambil bagian dalam acara Launching Pilkada Serentak dengan menyerukan kedamaian.

“atas nama pribadi dan kelembagaan saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada yang pertama Ketua Provinsi Papua, Sekretaris dan Kordinator Wilayah ibu Diana Simbiak, Bapak wakil bupati, kapolres pegunungan Bintang dan jajarannya, kodim dan jajarannya, tokoh agama, adat. Perempuan , pemuda dan seluruh paguyuban yang ada di Tanah Aplim Apom, berharap kita bergandengan tangan untuk  mensukseskan pilkada tahun 2020, dengan aman, nyaman dan berkualitas.   (Mozes Baab LPC)      

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here