JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ramses Ohee mewakili Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua, menekankan kembali jika Pemuda Papua ikut terlibat dalam Sumpah Pemuda II yang digelar pada tahun 1928. Ia pun menyampaikan jika semangat sumpah pemuda harus tetap ada pada generasi muda sebagai pilar penerus bangsa dan negara.

Kata dia, pengetahuan Pemuda Papua dikaitkan dengan sejarah sumpah pemuda yang melahirkan Bangsa Indonesia  semakin lama semakin dilupakan sejarahnya padahal tiga pemuda asli Papua atas nama Abner Ohee, Aitai Karubaba, dan Orpa Pallo turut mengikuti Kongres Sumpah Pemuda II tahun 1928.

“Untuk saat sekarang Pemuda sebagai penerus bangsa harus memiliki jiwa yang besar untuk mempertahankan NKRI. Dan menyerukan kepada generasi muda dari Sabang sampai Merauke untuk mempertahankan NKRI yang diperjuangkan oleh para pejuang,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (31/10).

Lanjutnya, para pemuda harus turut berpartisipasi dalam pembangunan melalui pendidikan untuk mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata.

“Hentikan dan buang jauh-jauh pertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. Menyerukan untuk mempertahankan 4 pilar kebangsaan dan tidak boleh ada seorangpun yang boleh merubahnya,” tekannya.

Ia juga mengimbau kepada generasi muda Papua agar memanfaatkan masa muda untuk belajar dan melakukan hal-hal yang baik untuk membangun Tanah Papua.

“Banyak orang, terutama dari masyarakat asli Papua sendiri, tidak mengetahui bahwa ada beberapa pemuda Papua ikut hadir dan menjadi saksi peristiwa bersejarah sumpah Pemuda tersebut. Sumpah Pemuda 1928 sangat penting karena pemuda-pemudi dari seluruh wilayah jajahan Hindia Belanda sepakat untuk berikrar bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia,” terangnya.

Imbau Ramses, Wilayah Papua sangat luas oleh karena itu harus dipersatukan dengan ideologi yang mengikat seluruh komponen bangsa, yakni ideologi Pancasila. Ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa baik itu khilafah maupun separatis tidak boleh ada karena dapat merusak persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Barisan Merah Putih akan secara keras dan terus menerus menolak ideologi separatisme yang terus disuarakan oleh kelompok-kelompok anti pancasila dan NKRI. Kelompok tersebut telah memperdaya anak muda Papua sehingga terjadi kekerasan dan kerusuhan di Papua seperti terjadi beberapa waktu yang lalu,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI, Joko Widodo yang mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua lewat pembangunan sebagai bentuk bentuk besar perhatiannya terhadap masyarakat Papua.

“Kami yang tinggal paling jauh dari Ibu Kota Negara merasa tetap diperhatikan sebagai anak bangsa yang satu rasa dengan anak bangsa dari Provinsi lainnya,” tuturnya.

“Peresmian jembatan Youtefa oleh Presiden Jokowi sebagai moment untuk generasi muda Papua agar memiliki semangat membangun dan memupuk rasa persatuan serta menjadi jembatan pemersatu bangsa,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here