Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert Awi,, saat berikan keterangan kepada media. (Fransisca /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sebanyak 324 Pedagang Pasar Youtefa serta  Pasar Sentral Hamadi lalai tidak membayar iuran pasar sejak tahun 2018 seluruh iuran pasar yang belum di bayar mencapai Rp. 312 juta, temuan ini disampaikan langsung oleh Dinas Perindakop Kota Jayapura, Jumat(17/10/2019), Kantor Perindakop Kota Jayapura.

 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert Awi, menyampaikan rincian dari pedagang dan pembayaran iuran pasar yang belum di bayarkan per Pasar.

“Di hamadi ada 58 pedagang yang memiliki tunggakan. Jumlahnya bervariasi ada yang menunggak 1 bulan bahkan 1 tahun, Total keseluruhan sekitar 52 juta rupiah. Sedangkan untuk di pasar Youtefa, ada 266 kios yang memiliki tunggakkan dan mencapai 260 juta rupiah,” ujar Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert Awi, kepada media.

Dikatakan,  bahwa kios milik pedagang disegel, dan akan di buka kembali setelah melakukan pelunasan iuran pasar  yang belum di bayarkan lunas, namun bila tidak kunjung di lunasi kios di ambil alih

“Harus dilunaskan. Batas waktu yang kami berikan hingga minggu ini (akhir Oktober 2019). Apabila tidak melakukan klarifikasi dan pembayaran sesuai dengan ketentuan dari kami, maka kiosnya resmi kami ambil,” pungkasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here