Resmi Dilantik, KAPP Keerom Minta Pembinaan Bagi Pengusaha Keerom

0
251
Asisten II Setda Keerom, drs. Adrianus Samonsabra, saat membawakan sambutan pada pembukaan Konferda KAPP Keerom, Jumat. (Arief/LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Pengusaha-pengusaha Papua yang tergabung dalam KAPP Kabupaten Keerom, mengikuti Konferda KAPP Keerom ke-1 tahun 2019 yang digelar di Aula Kantor Bappeda Keerom, Jumat (18/10) kemarin.

Bupati Keerom yang diwakili Asisten II, Drs. Adranius Samonsabra, turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. (Arief /LPC)

Bupati Keerom yang diwakili Asisten II, Drs. Adranius Samonsabra, turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Selain itu hadir pula Ketua KAPP Keerom, Robert Watae, Wakil Ketua Dewan Adat Keerom (DAK), Lauren Borotian, dari DAK Provinsi Papua, Ketua panitai dan peserta lainnya.

Asisten II Setda Keerom, Drs. Adrianus Samonsabra pada kesempatan tersebut mengemukakan harapannya agar pengusaha Papua terus bisa mengembangkan diri dan kemampuannya agar bisa menjawab kebutuhan untuk pembangunan.

‘’Kami sangat berharap pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam KAPP bisa meningkatkan kemampuannya agar bisa menjawab kebutuhan pembangunan kedepan,’’pesannya membacakan amanat Bupati Keerom.

Sedangkan Ketua KAPP Keerom, Robert Watae, mengemukakan bahwa meski KAPP sudah terbentuk dari beberapa tahun lalu namun karena pembinaan yang kurang dari pihakl terkait maka, pengusaha Papua belum bisa berperan maksimal dalam wadah tersebut.

 

‘’Meski KAPP Keerom sejak 2008 sudah terlibat dalam kegiatan, namun karena kurang pembinaan maka wadah ini belum maksimal dlm tugas dan kegiatanya. Kami harap ini ada perhatian,’’ungkapnya pada sambutan di acara tersebut.

Asisten II Setda Keerom, drs. Adrianus Samonsabra, saat membawakan sambutan pada pembukaan Konferda KAPP Keerom, Jumat. (Arief/LPC)

Sementarta itu mewakili Dewan Adat Keerom, Laurens Borotian, meminta agar pengusaha asli Papua di perhatikan dan diakomodir. ‘’Sekarang masih kita temui pengusaha asli pakai bendera dari perusahaan orang lain, saya harapkan kedepan ini tidak terjadi lagi,’’ujarnya.

Tak lupa ia menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan dukungan kepada KAPP selama ini, namun ia mengharapkan dukungan Pemerintah untuk bisa diakomodir dalam kegiatan pelelangan proyek di wilayah Keerom.

‘’Undang- Undang No.21/2001 telah memandatkan masyarakat adat melalui Perdasus 18/2008, untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan,’’ujarnya mengingatkan.

Sementara itu Ketua Panitia Konfrensi Daerah I, Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Petrus Kendi mengemukakan bahwa konferensi KAPP I kali ini bertemakan revolusi mental pengusaha adat merajut noken Keerom di Batas RI-PNG.

‘’Melalui Konferda diharapkan kita samakan pikiran membangun ekonomi Keerom. kalau bukan kita, siapa lagi, karena itu mari kita mulai dari dusun, karena visi KAPP demikian,’’pungkasnya. (arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here