Diselenggarakan Disbunnak, Wakil Bupati Buka FGD Pengembangan Pangan Lokal

0
165
Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Ir. H. Sambodo Samiyana, M.Si, Kepala Dinas TPH Adofl Yoku, S.P., M.M., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Tasrief Thayeb serta sejumlah pemateri, ketika menabuh Tifa sebagai tanda secara resmi membuka kegiatan FGD Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu, Pengembangan Hulu Hilir Kakao dan Ikan, di Hotel HoreX Sentani, Rabu (16/10/2019). (Irfan /LintasPapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) bekerjasama dengan Universitas Papua (UNIPA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu, Pengembangan Hulu Hilir Kakao dan Ikan dalam menunjang ketahanan pangan.

Kegiatan yang membahas ketahanan pangan lokal itu dalam rangka menunjang ketahan pangan lokal di Bumi Khenambay Umbay.

Kegiatan FGD yang berlangsung selama sehari Rabu (16/10/2019) kemarin pagi di Ballroom Lantai III Hotel HoreX Sentani itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro.

Para peserta yang hadir mengikuti FGD ini berjumlah puluhan orang itu terdiri dari LSM, perbankan, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pecinta panganan lokal.

Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro kepada wartawan usai membuka kegiatan FGD tersebut mengatakan, untuk mengembangkan pangan lokal ini, tentunya harus ada perlindungan juga untuk merawatnya agar pengembangan dapat berjalan dengan baik. Sebab itu, forum Fokus  Grup Diskusi ini sangat baik sekali untuk dilakukan.

“Dengan adanya forum FGD ini, kita masih bisa merawat dan menjaga potensi pangan lokal untuk dikembangkan salah satunya hutan sagu yang kita miliki ini. Supaya kita bisa lebih produktif pada alam itu sendiri,” sebut Giri Wijayantoro.

Disebutkan Giri, untuk bisa produktifkan pangan lokal ini, tentunya harus ada campur tangan manusia didalamnya agar bisa produktif seperti di tempat yang lain contohnya di Riau.

“Saya pikir kita punya hutan sagu yang cukup, hanya saja tinggal kita menjaga dan merawatnya agar produksinya bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat lokal untuk turut berpatisipasi menjaga hutan sagu,” ajaknya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura Ir. H. Sambodo Samiyana, M.Si., mengatakan, bahwa Bupati Jayapura telah menjadikan kakao, sagu dan ikan itu sebagai ekonomi andalan. Namun ketiga pangan lokal ini mempunyai cukup banyak masalah.

“Salah satunya itu sagu. Nah sagu ini kita mau jadikan industri, sementara lahannya sangat terbatas. Oleh karena itu, kita harus membudidayakannya terlebih dahulu dan kita juga harus membuat satu formulasi yang bagus,” cetusnya.

Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Ir. H. Sambodo Samiyana, M.Si, Kepala Dinas TPH Adofl Yoku, S.P., M.M., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Tasrief Thayeb serta sejumlah pemateri, ketika menabuh Tifa sebagai tanda secara resmi membuka kegiatan FGD Pengembangan Pangan Lokal Berbasis Sagu, Pengembangan Hulu Hilir Kakao dan Ikan, di Hotel HoreX Sentani, Rabu (16/10/2019). (Irfan /LintasPapua.com)

Karena itu, pria yang akrab disapa Doddy ini mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan pihaknya ini, untuk pengembangan beberapa pangan lokal yang bermasalah agar bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

“Jadi, apa yang kita lakukan hari ini (kemarin) bertujuan untuk mengembangkan pangan lokal berbasis sagu, pengembangan hulu hilir kakao dan ikan,” tutup Doddy yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura. (Irf / LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here