SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu berharap agar Partani Nasional Demokrat (NasDem) tidak memasung demokrasi di Bumi Khenambay Umbay dengan menunjuk atau memilih Ketua DPRD Kabupaten Jayapura berdasarkan kepentingan pribadi, kelompok, suku, ras dan agama tertentu.

 

“Biarlah demokrasi bertumbuh secara alamiah, dimana Caleg dengan suara terbanyak dari partai kursi terbanyak yang didaulat menjadi ketua. Oleh karena itu, kami dari LSM Papua Bangkit harap partai NasDem sebagai partai pemenang dalam Pileg 2019 di Kabupaten Jayapura tidak memasung demokrasi dengan menunjuk ketua DPRD berdasarkan kepentingan pribadi maupun kelompok, suku, ras dan agama tertentu,” harap Hengky Jokhu dalam rilis persnya yang dikirim ke wartawan media online ini via pesan elektronik atau WhatsApp, Senin (14/10/2019) kemarin.

Terlepas dari intrik-intrik internal partai, kata Hengky, idealnya partai NasDem menyadari, bahwa selaku partai masa depan kaum millenial, maka perlu menyadari bahwa demokrasi tidak bisa dibangun atas dasar kepentingan pribadi, suku, ras, golongan atau agama tertentu.

 

“Saya dan juga para pemilih di Kabupaten Jayapura yang telah menyalurkan suara kepada wakil yang dipercaya dapat memimpin lembaga terhormat di kabupaten Jayapura ini. Namun partai NasDem tidak bijak dalam mengantisipasi suara masyarakat dengan menyiapkan Caleg yang bukan peraih suara terbanyak untuk menduduki kursi ketua dewan,” cetusnya.

 

Dikatakan Hengky, dirinya memilih Caleg NasDem atas nama Cyintia Rulliani karena dirinya tahu bahwa yang bersangkutan memiliki integritas, kualitas, popularitas, intelektual dan juga memiliki etika dan moral yang sangat terpuji. Serta yang bersangkutan telah memenuhi harapan suara konstituennya.

 

“Sebagian besar pemilih yang memilih ibu Cyintia itu adalah suara penduduk dari kampung-kampung yang tidak lagi percaya kepada Caleg Orang Asli Papua (OAP). Saya sebagai Orang Asli Papua (OAP) menyalurkan pilihan saya pada Caleg Non Papua, itu karena sesuai harti nurani saya,” tegasnya.

 

Disinggung mengenai Caleg OAP yang digadang-gadang untuk menduduki kursi ketua DPRD, Hengky menjelaskan kalau partai NasDem akhirnya memilih Caleg OAP atas nama Klemens Klemens Hamo itu hanya diuntungkan oleh situasi politik di Papua. Dari segi kualitas intelektual, kualitas etika dan kualitas moral itu sangat jauh dari harapan.

 

Kondisi ini adalah realitas yang terlihat pada rata-rata elite politik di era Otsus. Euforia hak kesulungan OAP terlalu berlebihan, malah realitas tersebut justru secara sadar dan sistematis sedang memasung demokrasi.

 

“Idealnya seorang ketua lembaga Legislatif hendaknya memiliki kualitas intelektual, etika dan moral lebih unggul dari rakyat yang di wakilinya,” papar pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Kadin Kabupaten Jayapura tersebut.

 

Hengky Jokhu menambahkan, terpilihnya (Klemens) Hamo, justru partai pemenang kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Jayapura itu telah memasung dan membantai hak demokrasi dari konstituen pemilih terbanyak terhadap ibu Cyintia Rulliani Talantan sebagai anggota Legislatif dengan suara terbanyak. (Irf/LPC)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here