Tim peserta Keerom di Pekan kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2019 yang dipimpin Kadis P dan K keerom, Drs. Bambang suhartawan, MMT, saat usai mengikuti ‘Parade Digdaya Nusantara’ dalam rangkaian kegiatan  PKN di Istora Senayan, Minggu (13/10/2019). (Arief / LPC)

Diacara Penutupan Mendikbud Janjikan Agendakan Kegiatan Tersebut Rutin Setiap Tahun

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menutup gelaran acara Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 di Istora Senayan, Minggu (13/10/2019). Kabupaten Keerom turut serta dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan 14 orang siswa SLTP dan seniman ke ajang tersebut.

Tim peserta Keerom di Pekan kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2019 yang dipimpin Kadis P dan K keerom, Drs. Bambang suhartawan, MMT, saat usai mengikuti ‘Parade Digdaya Nusantara’ dalam rangkaian kegiatan  PKN di Istora Senayan, Minggu (13/10/2019). (Arief / LPC)

Sesuai undian, maka para siswa yang hadir pada parade tari kolosal kolaboratif di ajang tersebut membawakan tari jaipong bersama ratusan siswa lainnya dari sekolah-sekolah se-Indonasia lainnya. Sementara tari adat Papua, dibawakan oleh siswa-siswa dari SMP-SMP di Bangka Belitung, Riau, Palu, dll.

 

Para siswa-siswa yang dikirim mengikuti ajang tersebut berasal dari SMP-SMP yang berada di Keerom, yaitu dari SMP Negeri 5 di PIR IV  dan SMP Negeri 7 Yeti. Para siswa yang mengikuti PKN, mengaku banyak menimba ilmu dari ajang yang diikutinya tersebut.

 

Salah satu peserta dari SMP Negeri 7 Yetti, Neli Wenda, mengemukakan sangat antusias bisa mengikuti ajang tersebut dan mengaku menimba banyak ilmu di ajang tersebut. Karena dalam persiapan tari kolosal, mereka dilatih langsung oleh penata tari nasional, seperti Deni Malik, dll.

Tim peserta Keerom di Pekan kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2019 yang dipimpin Kadis P dan K keerom, Drs. Bambang suhartawan, MMT, saat usai mengikuti ‘Parade Digdaya Nusantara’ dalam rangkaian kegiatan  PKN di Istora Senayan, Minggu (13/10/2019). (Arief / LPC)

‘’Sangat senang bisa ikut kegiatan PKN di Jakarta. Apalagi kami dilatih oleh Deni Malik, dll. Kita jadi banyak ilmu soal seni,’’ujarnya kepada media ini, kemarin (13/10/2019).

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Keerom, Drs. Bambang Suhartawan, MMT,  mengemukakan bahwa keikutsertaan Keerom di PKN 2019, karena memang dari Kemendiknas meluncurkan program GSMS pada Tahun 2018 sedangkan  kegiatan PKN Tahun ini  merupakan tindak lanjut dari kegiatan GSMS tahun 2018.

 

‘’Kegiatan atau program GSMS dari Kemendiknas telah kita terapkan di sekolah-sekolah di Keerom dalam setahun terakhir. GSMS atau gerakan seniman masuk sekolah ini memang mewajibkan siswa atau sekolah yang mengikutinya untuk mengajarkan beberapa tarian wajib nasional untuk diajarkan. Dan ini harus dilaporkan ke Mendiknas tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan terkait program GSMS tersebut,’’ujarnya.

 

Sedangkan menyangkut tampilnya Keerom membawakan tari jaipong, ia menjelaskan bahwa sesuai program GSMS, tujuannya adalah memperkenalkan beberapa seni tari nasional kepada siswa, sehingga saat tampil para siswa diharap menguasai beberapa seni tari nasional termasuk tari adat Papua, tari jaipong, dan lainnya.

Tim peserta Keerom di Pekan kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2019 yang dipimpin Kadis P dan K keerom, Drs. Bambang suhartawan, MMT, saat usai mengikuti ‘Parade Digdaya Nusantara’ dalam rangkaian kegiatan  PKN di Istora Senayan, Minggu (13/10/2019). (Arief / LPC)

‘’Untuk tampil di PKN, Keerom mendapatkan undian untuk membawakan tari jaipong. Sementara tari adat Papua dibawakan oleh kontingen dari provinsi lain,’’lanjutnya.

 

Selain itu ia mengemukakan bahwa Kabupaten Keerom diundang karena dinilai telah melaksanakan program GSMS dengan baik.

 

‘’Untuk kegiatan PKN tahun 2019 ini, Kabuppaten Keerom terpilih berdasarkan penilaian kemdikbud dan berhak mewakili Kabupaten/Kota di Papua. Kami mengirimkan 10 orang peserta 2 orang pelatih dari guru dan 2 orang pendampin dari Dinas yaitu Kabid dan Kasih di bidang Kebudayaan. Sedangkan pada acara penutupan yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Muhadjir menjanjikan akan mengadakan acara ini setiap tahun.

 

‘’Mudah-mudahan ini adalah awal kebangkitan kebudayaan nasional kita. Insyaallah akan kita selenggarakan tahunan, setiap tahun, dan kita pastikan anggarannya ada,’’ungkapnya.

Selain itu, ia berharap para kepala daerah juga menggelar acara pekan kebudayaan di daerahnya masing-masing. Penampil terbaik dari masing-masing daerah akan diundang untuk tampil dalam Pekan Kebudayaan Nasional tahun depan. (Arief/LPC)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here