KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Karena ingin daerahnya tetap aman dari ancaman yang belakangan terjadi di beberapa daerah, maka pelajar-pelajar yang ada di Keerom, menyatakan deklarasi damai untuk Kabupaten Keerom.

Deklarasi damai ini dilakukan di acara pertemuan antara Kapolres Keerom, Forkompinda, dan pihak sekolah serta tokoh masyarakat yang digelar di Ruang rapat SMP Negeri III Arso, Kampung Yammua, kamis (10/10/2019) kemarin

Suasana kegiatan pertemuan antara Kapolres, Forkompinda bersama pihak sekolah dan pelajar serta deklarasi Papua Damai di SMP III, Keerom, kemarin. (Arief /LPC)

Dalam deklarasi damai tersebut, perwakilan siswa dari beberapa sekolah menengah di Keerom menyatakan beberapa hal. Yaitu, 1) Menolak berita bohong/hoax. 2) Tidak mudah terprovokasi. 3) Menolak rasisme. 4) Menolak aksi anarkisme. 5) Tidak akan ikut demo unjuk rasa. 6) Tidak akan melakukan tawuran pelajar. 7) Mematuhi segala peraturan yang ada. 8) Menolak miras dan narkoba. 9) Menolak pergaulan bebas. 10) Menjaga dan mendukung keamanan di Kab. Keerom

Adapun perwakilan yang menyerukan dan menandatangani deklarasi damai antara lain, Paino Wonda (Perwakilan pelajar SMP Negeri 3 Arso), Rani Puji Lestari (SMP Negeri 1 Arso), Ahmad Febri Saputan (SMP Negeri 2 Skanto), Irma Adriana Isu (SMK Betlehem Arso 1), Achas Hugo Numberi (SMA Negeri 1 Arso), Jose Jeremi I. Panjaitan (SMA Negeri 1 Arso), Lisnawati (MA AL-Mutadhin Arso 6).

Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, saat memberikan sambutan pada kegiatan pertemuan antara Kapolres, Forkompinda bersama pihak sekolah dan pelajar serta deklarasi Papua Damai di SMP III, Keerom, kemarin. (Arief /LPC)

Sementara itu, kalangan Forkompinda ada Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, Asisten II Keerom, Edy Buntan, Kaban Kesbangpol, Minggu Bandua, Perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kab. Keerom, Dolfinus Kocu, S.SOS, Kabid Pendidikan Dasar Dinas P dan K Kab. Keerom, Slamet, Kapolsek Arso, Iptu Piet Heyn, Babinsa Kampung Yammua Koramil 1701-04/Arso, Serda Baktiar, Plt Kepala Kampung Yammua, J. Purba, Kepala SMPN 3 Arso 6, Ibu Mami Kadir, Para kepala sekolah Kab. Keerom, Para guru-guru Kab. Keerom, Para pelajar Kab. Keerom dan tamu undangan lain.

Bupati Keerom melalui Asisten II, Edy Buntan, menyampaikan apresiasi atas dilaksanakan kegiatyan tersebut. ‘’Tentunya Pemda Kab. Keerom sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Kapolres Keerom berserta jajarannya, Kab. Keerom sampai dengan saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, untuk itu seluruh masyarakat dan para pelajar agar membatu aparat keamanan untuk menjaga Kab. Keerom yang kita cintai ini,’’ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Keerom, menyampaikan tujuan dilaksanakannya deklarasi papua damai pelajar ini guna memberikan pemahaman kepada siswa/siswi di sekolah jangan sampai terpengaruh dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

‘’Saya sampaikan bahwa situasi keamanan di kab. Keerom masih tetap terjaga dan kondusif, tidak ada kejadian yang menonjol dan luar biasa khususnya kejadian rasisme di wilayah Kabupaten Keerom, kita juga patut bersyukur di Kab. Keerom masih aman dan kondusif itu semua berkat bantuan bapak-ibu sekalian yang ikut turut membantu menjaga sitkamtibmas di Kab. Keerom tetap aman, tentunya kami aparat keamanan TNI-Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan bapak dan ibu sekalian,’’ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya itu tidak semuanya murni dilakukan oleh para pelajar melainkan ada orang lain dibelakangnya, pelajar itu sangat rentan atau mudah sekali terprovokasi untuk melakukan suatu gerakan yang bisa melanggar.

“Oleh karena itu saya melakukan pertemuan disini bersama dengan kepala sekolah, guru dan pelajar, kami mengingatkan dan mengajak mulai sekarang sampai kedepan mari sama-sama kita bergandengan tangan untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar Kabupaten Keerom kedepan tetap aman,” harapnya. (arief/LPC)