Sekda Keerom Launching Kartu Identitas Anak

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, mewakili Bupati Keerom melakukan launching penggunaan KIA atau Kartu Identitas Anak Kabupaten Keerom, di Aula Kantor Bupati Keerom, Selasa (8/10/19) kemarin.

Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, saat melakukan launching Kartu Identitas Anak (KIA) di Aula Kantor Bupati Keerom, belum lama ini. (Arief /LPC)
Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, saat melakukan launching Kartu Identitas Anak (KIA) di Aula Kantor Bupati Keerom, belum lama ini. (Arief /LPC)

Turut mendampingi Sekda pada kegiatan tersebut ada Asisten I Setda Keerom, Sucahyo Agung, dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Keerom, Johanis Tawa, STh. Selain launching KIA pada kesempatan tersebut dirangkai juga kegiatan Raker KIA terhadap 100 peserta dari unsur orangtua/wali siswa, guru SMA/SMK/SMP/SD/TK, kepala sekolah serta tokoh pemuda dan masyarakat.

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, dalam sambutan yang dibacakan Sekda pada kesempatan tersebut mengemukakan bahwa launching KIA adalah momentum penting karena sesuai Permendagri no 2 tahun 2016, telah mengamanatkan untuk penerbitan KIA sebagai upaya untuk perlindungan dan kepastian hukum terhadap anak yang lahir dan berdomisili dengan orangtuanya di wilayah NKRI.

‘’Oleh karena itu, dengan adanya KIA bagi seluruh anak-anak di Indonesia dapat menjamin hak kependataan anak dalam mengurus berbagai kepentingan dan kewajibannya selaku warga negara. Selain itu KIA merupakan kartu identitas bagi anak-anak kita yang belum berusia 17 tahun. Dan KIA juga memudahkan anak untuk mengakses layanan public seperti membuka rek bank, berobat ke Puskesmas atau RSUD, mengurus paspor serta layanan public lainnya,’’ungkapnya.

Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, saat melakukan launching Kartu Identitas Anak (KIA) di Aula Kantor Bupati Keerom, belum lama ini. (Arief /LPC)

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Keerom, Johanis Tawa, STh., dalam kesempatan berikutnya mengemukakan bahwa setiap anak di Keerom memiliki hak yang sama untuk mendapatkan KIA. Untuk itu syaratnya harus memiliki akte lahir terlebih dahalu.

‘’Saya juga perlu ingatkan bahwa KIA ini tidak bisa digunakan untuk mencoblos, karena anak-anak tentunya belum cukup umurnya untuk mencoblos. Jadi kalau nanti sudah 17 tahun baru KIA-nya diganti KTP,’’ pungkasnya. (arief/LPC)