JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.  Andrikus Mofu menyebut pendirian Bank GKI tidak bermaksud untuk mencari keuntungan semata namun untuk memberi pelayanan dan penguatan ekonomi berbasis bagi Jemaat serta untuk melayani bagi kepentingan masyarakat.

Demikian hal ini dikatakannya usai penutupan Rapat Kerja (Raker) AM III Sinode GKI di tanah Papua, yang berlangsung selama tiga hari di Gor Waringin, kota Jayapura, Rabu, (9/10/2019) malam.

Pendirian bank GKI sendiri diharapkan dalam waktu dekat ini akan segera dilaunching, “Oleh sebab itu kita semua berdoa kiranya salah satu dari harapan kita yaitu Bank GKI yang akan dihadirkan dengan nama Bank Mitra Pelita ini mudah-mudahan dalam waktu dekat di beri izin oleh OJK dan kemudian akan mendaptakan izin operasional,” katanya.

Ditambahkan, selain pendirian Bank GKI dalam Raker AM III ini juga telah bersama-sama melaksanakan evaluasi dan melihat sejauh mana pencapaian-pencapaian yang telah dialami dan dicapai bersama secara khusus pada empat bidang yaitu bidang teologi, daya, dana tetapi juga di bidang umum.

Dalam evaluasi itu, kata Pdt. Andrikius, hal yang sangat penting dilakukan tentu pada pelayanan yang berimpek pada pertumbuhan iman dan spiritualitas iman jemaat. Itulah sebabnya sebagai bagian yang penting sekali dalam evaluasi yang sudah dilakukan dalam evaluasi ini bukan hanya di era sinode tetapi juga di klasis sampai ke jemaat-jemaat.

“Melalui Raker AM III GKI di Tanah Papua kita juga telah menagendakan dan menetapkan program kegiatan pelayanan prioritas untuk tahun 2020 termasuk juga didalamnya rencana anggaran pendapatan dan belanja gereja baik di sinode maupun klasis dan jemaat-jemaat yang akan dilaksanakan pada tahun 2020,” ujarnya.

Selain itu, lanjut kata pdt Andrikus, untuk program prioritas yang telah ditetapkan pada raker ketiga ini untuk tahun 2020 diprioritaskan pada bidang ekonomi, keuangan tetapi juga untuk pelayanan dan pembinaan Jemaat.

“Dengan memberi prioritas pada bidang ekonomi dan keuangan bukan mengarahkan gereja untuk menjadi lembaga moneter tidak dimaksudkan demikian tetapi ini berlandaskan pada firman Tuhan bahwa gereja juga harus bertanggung jawab untuk melayani umat dan pelayanan,”ucapnya.

Sementara itu Ketua klasis Port Numbay, Pdt. Hein Carlos Mano, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga penyelenggara Raker AM III Sinode GKI di Tanah Papua bisa terlaksana dengan segala baik.

“Sebagai tuan rumah yang menerima mandat dari badan pekerja AM GKI di tanah Papua dan kami mempersiapkan diri semaksimal mungkin bukan hanya gereja tetapi juga kepala-kepala suku para ondoafi, ondofolo para kepala kampung dan jemaat-jemaat di wilayah satu saling menopang sehingga Raker ini boleh terselenggara dengan baik,” tukasnya.

Selaku Ketua Panitia Raker AM III Sinode GKI di tanah Papua, Benhur Tomi Mano juga turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pekerja AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pemprov Papua, Pemprov Papua Barat, Kota Jayapura, Klasis Port Numbay dan jemaat se-Klasis Port Numbay dan pihak lainnya yang telah membantu suksesnya Raker ini.

“Saya meminta maaf jika selama Raker ini berjalan pelayanan kurang sesuai dan juga mungkin makanan kurang enak, mohon di maafkan, biarlah yang kurang baik di tinggalkan yang baik boleh di bawah pulang,”pungkas Benhur. (Gracio/lintaspapua.com)