KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Careteker dan Ketua KNPI Keerom, Bung Piter Gusbager S.Hut, MUP, mengemukakan saat ini dualisme kepemimpinan di tubuh KNPI Keerom sudah tidak ada lagi.

Hal ini menyusul penunjukkan dirinya sebagai caretaker KNPI dari Ketua KNPI Provinsi, Bung Alberto Wanimbo. Padahal sebelumnya, Bung Piter juga menjabat sebagai Ketua KNPI Keerom, versi KLB.

Caretaker KNPI Keerom, Bung Piter Gusbager, Fungsionaris KNPI Papua, BungFaroka dan Ketua KNPI Papua, Alberth G. Wanimbo. (Arief/LPC)

‘’Saya diberikan surat keputusan sebagai Ketua caretaker KNPI Kab. Keerom untuk masa kerja organisasi 1 tahun sejak tanggal 7 Juli 2019 dari Bung Alberto Wanimbo, sejak itu saya mulai melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan personil dalam kepengurusan KNPI sekarang maupun KNPI versi KLB, karena di KNPI versi KLB saya juga saya menjabat sebagai Ketua hasil dari Musda tahun 2016. Jadi saya ini ketua KNPI untuk dua versi, dengan demikian di KNPI Keerom tak ada dualism kepemimpinan,’’ungkapnya kepada media ini, disela-sela kegiatan pelantikan Pengurus KNPI kabupaten Jayapura, di Sentani, beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, menurutnya bila di tempat lain ada friksi tentang kepengurusan KNPI, maka di Keerom tak ada lagi. Meski demikian ia mengakui kepengurusan dari dua versi KNPI untuk di Keerom masih ada dan ini menjadi tugas dan agenda bagi dirinya untuk mengkonsolidasikan organisasi KNPI di Keerom menjadi satu KNPI.

Prosesi Kegiatan KNPI Keerom. (Arief/LPC)

‘’Jadi di Keerom tak ada friksi soal KNPI karena keduanya ada di tangan saya untuk menjalankan roda organisasi. Dan sebagai caretaker sejak surat penunjukkan tanggal 7 Juli, maka saya akan menjalankan kerja-kerja organisasi yaitu melakukan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi organisasi KNPI dari tingkat Kabupaten hingga ketingkat bawahnya yaitu, distrik-distrik,’’lanjutnya.

Ia menambahkan saat ini dirinya masih dalam tahap melakukan komunikasi dan konsolidasi di organisasi KNPI tingkat Kabupaten dari kedua versi tersebut.  ‘’Sesuai amanat sebagai caretaker sampai saat ini, saya masih melakukan kooordinasi dan konsolidasi, serta komunikasi. Selanjutnya kita akan rapat dengan mengundang kedua pihak, setelah itu akan melakukan komunikasi serupa di taraf OKP-OKP di Kabupaten Keerom, setelah itu komunikasi, sosialisasi dan komunikasi ke tingkat Distrik untuk restrukturisai organisasi pengurus dari kedua belah pihak pada setiap level,’’tegasnya.

Jika semua tahapan tersebut telah terwujud maka menurutnya Musda bisa dilaksanakan. ‘’Tentunya setelah konsolidasi, baru kami akan melaksanakan musda dalam kerangka KNPI yang eksis di provinsi. Dan kami sesuai mandate kepada kami, kami diberi tugas untuk masa periode satu tahun termasuk untuk digelarnya MUSDA KNPI Keerom,’’pungkasnya.

Ia menambahkan harapannya agar bergiat aktif dalam rangka persiapan PON XX di Papua. ‘’Sejak saya ditunjuk sebagai careteker KNPI di keerom praktis kini di Keerom KNPI menjadi satu, sementara kiblat kita adalah KNPI di Provinsi Papua yang eksislah yang akan kita dukung, kenapa? Karena ada agenda-agenda daerah yang harus kita dukung, salah satunya adalah PON XX,’’lanjutnya lagi.

Karena itu tujuan konsolidasi adalah untuk menyatukan pengurus KNPI di Keerom, untuk selanjutnya melakukan hal serupa keseluruh pengurus di tingkat distrik. ‘’Sehingga pemuda di Kab Keerom, tidak boleh terpecah-belah hanya karena mermpertahankan ego antara kedua kubu ini. Jadi, saya rela untuk mempersatukan ini dengan mengambil peran dan tanggungajwab yang sudah diberikan provinsi, dengan demikian KNPI di Kab Keerom adalah satu dibawah garis bung HGW,’’tegasnya. (arief/LPC)