KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sebagai bentuk dukungan Pemkab Keerom sebagai Pembina umat beragama, maka Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, melakukan kunjungan kerja ke Distrik Senggi dan melakukan peresmian dan pentahbisan gedung Gereja GKII Jemaat Bait Elseng, Senggi belum lama ini (30/09/2019).

Wakil bupati saat peresmian bersama-sama Ketua Sinode GKII Wilayah I Papua Pdt. Petrus Bonyadone meresmikan dan mentasbihkan gedung baru GKII Jemaat Bait Elseng, Senggi, peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita yang disaksikan jemaat denominasi gereja Keerom yang turut hadir di Senggi.

Kepada wartawan, Pdt. Petrus Bonyadone, mengemukakan bahwa hadirnya gereja baru ini harus menjadi terang dan garam dunia bagi jemaat sesuai dengan perintah yang diajarkan Allah. Meski ditengah situasi yang terbilang kurang kondusif di beberapa daerah di Papua. Ia mengajak umat tuhan untuk mengambil waktu untuk berdoa dan berserah serta membaca firman tentang kebenaran agar semua masalah bisa selesai berada dalam rancangan Tuhan.

‘’Harapan saya ialah semua umat kristiani yang ada disini didalam lingkungan gereja GKII klasis Keerom ini berada pada rambu-rambu yang diatur Tuhan dalam firman. Kalau mau itu terwujud harus banyak mendekatkan diri kepada Tuhan dalam doa, dan juga membaca firman Tuhan, bagaimana Firman Tuhan mengajarkan bagaimana dia harus jalan dan sebagainya. Kalau itu bisa, sekali lagi, itu bukan karena kita yang bisa tapi Tuhan yang bisa dalam kehidupan kita karena otoritas kekuasaannya menyertai kita, kita bisa mampu melalui/mengalahkan yang tidak baik,’’ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengatakan bahwa pentahbisan gedung gereja baru tersebut menjadi penting bagi pemkab, yang memiliki tanggungjawab untuk memberikan dukungan konkrit maupun pelayanan bagi seluruh agama di Kab Keerom.

Pada kesempatan tersebut ia meminta, semua pemuka agama GKII klasis Keerom diminta harus menjadi pembawa damai dan suka cita dengan memberikan pelayanan serta menyampaikan kabar gembira pesan Tuhan kepada jemaat agar tak terprovokasi dengan hal negative,

‘’Iman dan Injil menjadi pegangan hidup dan menjadi sumber pegangan hidup sumber cinta kasih sehingga tidak ada provokasi, tidak ada upaya-upaya pihak manapun datang diwilayah ini yang berusaha memecahbelah NKRI, dan kami terus mengajak semua tokoh-tokoh agama, untuk mawas dirri, menjaga diri menjaga lingkungan, menjaga umat agar selalu dalam pengawasan, sehingga tidak pihak-pihak yang datang untuk mengadu domba, untuk mengiring opini-opini yang mengandung ujaran kebencian, yang bisa membuat masyarakat resah, dan akhirnya terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

Semenntara ketua Panitia, Patras Kelpi, mengemukakan bahwa pembangunan gedung gereja, baru hasil swadaya jemaat dan usaha cari dana jemaat dengan total pembiayaan gedung sebesar hampir Rp 1 miliar. Wakil bupati berikan sumbangan dana dan peraklatan Jemaah gereja untuk pelayanan jemaat GKII Klasis Senggi. (arief/LPC)  

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here