Unicef Dukung Imunisasi Polio Merata di Tanah Papua

0
225

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Setelah menggelar tiga hari pelatihan bagi petugas pendamping(field officers) Imunisasi Sub PIN Polio Unicef bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengharapkan 22 petugas pendamping memahami pelaksanaan Sub PIN Polio.

PLT Kepala Kantor Unicef untuk Papua dan Papua Barat, Job Supangkat, saat diwawancara. (Fransisca /LPC)

Hal ini dilaksanakan sebagai penguatan Imunisasi Rutin di lapangan, mengutamakan tugas tanggung-jawabnya, memahami alur komunikasi koordinasi ke dalam maupun keluar organisasi, baik dengan UNICEF maupun dengan Pemerintah daerah setempat. Jumat (4/10/2019) @hom Hotel Abepura Jayapura.

PLT Kepala Kantor Unicef untuk Papua dan Papua Barat, Job Supangkat mengatakan, bahwa salah satu upaya yaitu bekerjasama dengan Pemda dan tenaga keamanan untuk menjangkau daerah tertentu, sulit geografisnya, dan rawan.

“Walaupun Papua progressnya sangat bagus, mendekati target, namun untuk daerah tertentu targetnya masih sangat jauh, rasanya masih membutuhkan keterlibatan teman-teman di lapangan, misalnya daerah pegunungan, dari 14 daerah yang kita dampingi 13 tenaga lapangannya, hanya Nduga tidak ada tenaga lapangannya. Upaya Unicef dan mitra bekerjasama dengan pemerintah daerah, pihak keamanan setempat untuk memastikan proses Sub PIN Polio berjalan aman,” katanya.

Disisi lain, tentunya setelah hasil akhir dari pemerataan Sub PIN Polio Provinsi Papua setelah mencapai target 95%, Unicef masih terus mendukung Program kesehatan di Indonesia dengan PD3i Imunisasi, berikut penjelasan C4D Consultant Polio response Unicef, Zaenal Abidin.

“Setelah mencapai target 95% Imunisasi Sub PIN Polio akan mengikuti program pemerintah Indonesia, Unicef terus mendukung Program pemerintah indonesia dengan PD3i, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Penyakit-penyakit yang ada vaksinnya untuk memberikan perlindungan sebagian atau lengkap, PD3I adalah penyakit- penyakit yang sudah tersedia vaksinnya untuk upaya pencegahannya. Salah satu penyakitnya lumpuh layu atau Polio pada anak,” katanya mengakhiri wawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here