JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Dalam memperingati HUT TNI ke-74, Kodam XVII/Cenderawasih menggelar beberapa kegiatan baik di tingkat Kodam maupun satuan jajaran di seluruh wilayah Papua. Kegiatan tersebut meliputi Bakti sosial, pengobatan massal, donor-darah, Pemberian bantuan, lomba-lomba baik yang dilaksanakan oleh anggota TNI maupun bersama-sama dengan masyarakat.

Puncak peringatan HUT TNI ke-74 dilaksanakan pada Senin 5 Oktober 2019 bertempat di Lapangan Frans Kaesepo Kodam XVII/Cenderawasih dengan Inspektur Upacara Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab. Mengingat TNI yang telah menunjukkan profesionalitasnya, dalam melaksanakan setiap tugas yang telah dipercayakan rakyat, bangsa dan negara. maka seluruh rakyat Indonesia juga bangga terhadap profesionalitas TNI-nya. Dimana semua itu sejalan dengan tema HUT ke-74 ini “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”.

Dalam amanat Panglima TNI yang di bacakan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan bahwa Panglima TNI beserta keluarga besar TNI mengucapkan rasa hormat dan bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik TNI dalam melaksanakan tugas negara. Kami yang ditinggalkan akan melanjutkan tugas yang diamanahkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran.

Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif diberbagai bidang.

Hal ini telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan non militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.

Menghadapi kompleksitas ancaman di atas, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI. Dalam rangka pembangunan kekuatan TNI,

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa.

Diakhir amanat Panglima TNI memberikan penekanan terhadap Prajurit TNI agar perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan soliditas TNI, pegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks, sikapi berbagai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif, jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah sematamata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini. (Otentikasi :  Kolonel Cpl Eko Daryanto, S.E., M.Si. (Kapendam XVII/Cenderawasih)