JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri optimistis meningkatkan kerja sama internasional di sektor perdagangan hingga investasi. Peningkatan koordinasi ini juga meliputi pemerintah, asosiasi kepemudaan, organisasi dan dunia usaha dalam diplomasi perdagangan.

Wasekjend DPP KNPI Bidang Perdagangan Luar Negeri, Frangky Darwin Oratmangun, mengatakan intensitas komunikasi dan keterbukaan jejaring internasional menjadi hal yang penting dalam kerja sama yang melibatkan negara di tengah peningkatan dan kompetitif ekonomi global saat ini. Indonesia juga tengah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dan arus persaingan global (trade war) sehingga perlu langkah terobosan dan kebijakan yang lebih kompetitif serta efektif. Mercure Hotel, Ancol – Jakarta, Jumat 4/10/2019

Frangky Darwin juga mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam ketidakpastian ekonomi global yang carut marut, karena perang dagang antara Amerika-Cina serta berbagai konflik kepentingan yang terjadi di beberapa negara di belahan dunia.

“Penerimaan sektor ini mampu meningkat 15-20 %. Indonesia saat ini belum mampu menangkap peluang antara perang dagang Cina-Amerika, sehingga peluang ini ditangkap Vietnam, Singapura, dan lainnya. Di samping itu, kondisi politik saat ini, ikut mempengaruhi kondisi sosial dan ketidakpuasan publik terhadap kesejahteraan sosial akibat ketidakseriusan pemerintah memberantas korupsi. Apalagi kisruh disahkannya revisi UU KPK oleh pemerintah menjadi problem sosial saat ini,” ungkap Frangky

“Harapannya, melalui Rakernas dan Orientasi DPP KNPI kita dapat merumuskan berbagai agenda besar untuk kemajuan bangsa dan KNPI harus menjadi mitra pemerintah untuk membangun optimisme dan daya inovasi anak muda kedepan, khususnya di bidang ekonomi kreatif dan kewirausahaan (skill of entrepreneurship). KNPI harus mampu melakukan lompatan akrobatik dan terobosan besar untuk memacu jiwa kewirausahaan, dengan melihat peluang bisnis berbasis teknologi (IT) agar bisa membentuk ekosistem ekonomi digital yang secara holistik berdampak pada ekonomi global yang lebih riil atau aplikatif,” kata Frangky. (**)