JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pasca terjadinya aksi gangguan suara tembakan sebanyak 3 kali dari arah Bak Air sebelah timur Kantor Pos Lintas Batas Negara (PLBN) tepatnya di Pagar Perbatasan yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Revolusi West Papua (TRWP) Pimpinan Mathias Wenda (Panglima TRWP) pada hari Selasa, 01 September 2019 kemarin, kondisi wilayah perbatasan Skouw, Jayapura dalam keadaan aman dan kondusif.

 

Wakil Wali kota Jayapura,  Ir. H. Rustan Saru, MM yang pada Rabu (02/10) melakukan peninjauan secara langsung dengan mengunjungi pos lintas batas RI-PNG yang merupakan daerah netral, dalam rangka memastikan bahwa situasi dan kondisi di perbatasan dalam keadaan aman dan kondusif.

Wakil walikota berharap kepada masyarakat Jayapura jika ada warga yang ingin berkunjung ke perbatasan RI-PNG tidak usah merasa takut karena kondisi sudah aman dan ada bapak-bapak TNI yang akan mengamankan dan menjaga perbatasan, dimana pintu perlintasan perbatasan RI-PNG yang semula ditutup akan dibuka besok, sehingga setiap warga Indonesia dan Papua New Guenea yang ingin melintas batas silahkan datang, dan dijamin tidak ada gangguan keamanan serta betul-betul kondusif.

“Saya menghimbau kepada masyarakat jangan percaya oleh isu yang tidak jelas atau Hoax”, pungkas Wakil Walikota.

Selanjutnya ditemui di Kantor Penerangan Kodam, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan telah terjadi gangguan suara tembakan sebanyak 3 kali yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di wilayah Perbatasan RI-PNG pada hari Selasa pagi (01/10/2019 pukul 06.45).

Namun berkat penangan dan kesiapsiagaan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas RI PNG Yonif 713/ST suasana di perbatasan tetap kondusif dan aman serta tidak menggangu aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat walaupun pintu akses keluar masuk perbatasan sempat ditutup sebagai langkah pengamanan.

Poskotis Skouw Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST langsung melakukan penyisiran dengan mengeluarkan kekuatan 2 Tim ke arah kanan PLBN Skouw menuju perbatasan dan ke arah sebelah Kiri PLBN Skouw menuju perbatasan. Selain penyisiran kedua sisi perbatasan juga dilakukan penyisiran lewat udara dengan menggunakan Drone ke wilayah Bak Air samping Pos PLBN sampai garis batas negara dan dari pantauan Drone terlihat 2 orang berlari ke arah hutan dengan membawa 1 pucuk M-16 menuju Kp. Wutung (PNG) perbatasan RI-PNG. Aksi gangguan tersebut tidak menimbulkan kerugian secara materiel maupun personil.

“Suasana di perbatasan sudah aman dan kondusif tetapi anggota Satgas Pamtas RI-PNG masih diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan dari kelompok KKB di wilayah perbatasan RI PNG. Langkah yang sudah diambil adalah koordinasi dengan Aparat Keamanan PNG untuk membantu penyisiran di wilayah PNG. Besok pintu lintas batas sudah bisa dibuka bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di wilayah perbatasan RI-PNG (Skouw),” ujarnya. (Otentikasi : Kolonel Cpl Eko Daryanto, S.E., M.Si.
(Kapendam XVII/Cenderawasih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here