DPRD Keerom Mulai Bahas APBD Perubahan 2019

0
199
Kegiatan Rapat Paripurna DPRD Keerom dalam rangka membahas APBD-P tahun 2019 yang digelar kemarin. (Arief /LPC)

Bupati Markum : Perubahan APBD Dilakukan untuk Menyesuaikan Perkembangan dan Keadaan Daerah

KEEROM (LINTAS PAPUA) – DPRD Keerom, mulai melakukan pembahasan perubahan APBD tahun 2019. Hal ini ditandai dengan dibukanya siding paripurna VII masa sidsang III dalam rangka penyampaian pengantar nota keuangan Bupati Keerom atas Raperda Perubahan APBD Tahun 2019, yang digelar di ruang siding DPRD Keerom, Senin (30/9/2019) kemarin.

Kegiatan Rapat Paripurna DPRD Keerom dalam rangka membahas APBD-P tahun 2019 yang digelar kemarin. (Arief /LPC)

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Keerom hadir langsung dipimpin Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM dan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager S.Hut, MUP, serta Ketua TAPD yang juga Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM.

Sementara dari DPRD hadir Ketua, Syahabuddin, SP, MSi, dan Wakil Ketua I, Nahorn Sibiar, dan anggota lainnya dengan total anggota dewan yang hadir sebanyak 13 orang. Selain itu juga hadir para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Keerom serta tamu undangan lainnya.

Bupati Keerom, dalam pidato pengantar nota keuangan, mengemukakan bahwa perubahan APBD pada prinsipnya dilakukan menyesuaikan APBD dengajn perkembangan dan/atau oleh akibat perubahan keadaan daerah.

‘’Dalam pelaksanaan APBD tahun 2019 telah terjadi perubahan terhadap beberapa asumsi dan kondisi yang menyebabkan perlunya dilakukan penyesuaian termasuk aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat untuk diakomodir dalam pelaksanaan perubahan APBD Tahun anggaran 2019,’’ujarnya.

Bupati menambahkan bahwa kebijakan pengganggaran Perubahan APBD 2019 diarahkan sesuai dengan prioritas pembangunan serta mempertimbangkan beberapa hal. Diantaranya adanya Perubahan APBD Papua dan pusat, adanya kegiatan yang merupakan kesepakatan dengan pihak lain yang wajib dilaksanakan seperti Renaksi dengan KPK, juga terkait kewajiban belanja DAK, dan lainnya.

Bupati Keerom, dalam pidato pengantar nota keuangan, mengemukakan bahwa perubahan APBD pada prinsipnya dilakukan menyesuaikan APBD dengajn perkembangan dan/atau oleh akibat perubahan keadaan daerah. (Arief /LPC)

Bupati di kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rancangan perubahan APBD tahun 2019 adalah Rp. 1,272 Triliun atau mengalami perubahan 1.69 persen dari APBD Induk tahun 2019 yang sebesar Rp. 1,252 triliun. Dengan alokasi untuk belanja tak langsung Rp. 545 milliar dan belanja langsung Rp. 726 milliar.

Sementara itu Ketua DPRD Keerom, Syahabuddin, SP, MSi, pada kesempatan tersebut mengemukakan bahwa dari penyampaian Pemkab Keerom, maka DPRD Keerom akan mengkritisi struktur perubahan APBD agar dialokasikan dari SKPD-SKPD yang dipandang perlu untuk pelayanan dasar masyarakat dan kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya, baik yang bersentuhan langsung dengan tupoksi pemerintahan maupun dari sisi visi dan misi Bupati Keerom tahun 2016-2021.

‘’Agar setiap urusan pemeruintahan kiranya memperhatikan proyeksi PAD dan disusun sesuai dengan Renstra berdasar RKPD disertai asumsi yang mendasarinya dan terukur. Khususnya dibidang pendidikan IPM agar putra-putri asli Keerom dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,’’pesannya.(arief/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here