Wagus Hidayat : PT. Sam Air Mandiri Semakin Kuat Layani Penerbangan Daerah Terpencil

0
515
Pimpinan PT SAM Air, H. Wagus Hidayat, S.E., saat berdiri disamping pesawat yang baru lakukan Joy Flight. (Irfan /lintaspapua.com)

Dapat Sertifikat Terbang, SAM Air Resmi Mandiri dan Berdiri Sendiri

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air resmi mandiri dan berdiri sendiri setelah mendapatkan Air Operator Certificate (AOC) 135.

Dengan diterbitkannya AOC, PT SAM Air menggelar tasyakuran dan peresmian atas penerbitan sertifikat terbang atau AOC 135. Usai menggelar syukuran, SAM Air melakukan Joy Flight atau terbang gembira bersama masyarakat secara gratis untuk menikmati nuansa pesawat, juga menikmati keindahan alam Papua khususnya Jayapura dari udara.

Joy Flight (terbang gembira) tersebut dimulai sore hari, bertempat di Base OPS Lanud Silas Papare, usai menggelar acara syukuran yang dihadiri para tamu undangan dari perwakilan pemerintah daerah, swasta dan masyarakat umum, Jumat (27/9/2019) sore pekan kemarin.

Pimpinan PT. Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air H. Wagus Hidayat, S.E., mengatakan SAM Air mendapatkan sertifikat AOC dari Otoritas Penerbangan Nasional (ANA) atau Direktorat Jenderal (Dirjen) Penerbangan Sipil dan resmi mandiri.

“Dengan terbitnya Air Operator Certifikat (AOC) tersebut, perusahaan SAM Air telah berdiri sendiri dan mandiri. Kemudian hasil pengecekan dari Kementerian Perhubungan telah dinyatakan rampung, selanjutnya pesawat dinyatakan layak terbang,” kata pria yang akrab disapa H. Dayat usai acara tasyakuran dan peresmian AOC SAM Air di Base Ops Lanud Silas Papare, Kamis (27/9/2019) sore pekan kemarin.

Dikataan pria yang juga Owner PT Semuwa Group itu, persetujuan yang diberikan oleh Otoritas Penerbangan Nasional (ANA) atau Direkturat Jenderal Penerbangan Sipil kepada operator pesawat terbang untuk mengizinkannya menggunakan pesawat terbang guna tujuan komersial. Semakin menguatkan komitmen perusahaannya bisa menjadi mitra pemerintah untuk buka akses layanan transportasi bagi daerah terpencil.

Pimpinan PT SAM Air, H. Wagus Hidayat, S.E., saat berdiri disamping pesawat yang baru lakukan Joy Flight. (Irfan /lintaspapua.com)

“Sebelum terbit AOC SAM Air ini, kamipun sudah lakukan hal tersebut dengan menggunakan AOC lain,” ungkap pria yang juga seorang pilot.
Ditambahkan H. Dayat, meski AOC milik PT. Sam Air baru diterbitkan dan kini telah mandiri serta berdiri sendiri, pihaknya sebelumnya telah lakukan layanan penerbangan komersil. Baik penumpang maupun cargo ke daerah-daerah terpencil. Di antaranya Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya dan juga Puncak Jaya. Selain komitmen layani transportasi daerah pedalaman Papua, SAM Air berkomitmen lakukan pembinaan terhadap putra-putri asli Papua yang memiliki skill dan kemampuan lebih.

“Di kami untuk seorang Pilot asli Papua ada tiga orang, teknisi ada dua orang dan tenaga-tenaga lain-lain termasuk driver (sopir) nya. Serta ada beberapa anak-anak asli Papua yang kami support dan biayai di tempakan di penerbangan lain,” tegas H. Dayat.

Untuk diketahui, AOC adalah bentuk persetujuan yang diberikan untuk mengizinkan menggunakan pesawat terbang guna tujuan komersial. Mengharuskan operator untuk memiliki personil, aset dan sistem yang menjamin keselamatan karyawan dan masyarakat umum. Akan mempertimbangkan perilaku dan pengalaman pemohon sebelumnya, peralatan, organisasi, kepegawaian, perawatan dan pengaturan lainnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here