Kepala BNPB Letakan Batu Pertama Pembangunan 300 Unit Rumah Bagi Korban Banjir Bandang dan Longsor

0
427

300 Hunian Tetap (Huntap) di bangun di lokasi relokasi Kemiri

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo bersama Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi meletakkan batu pertama pembangunan rumah atau hunian tetap (Huntap) untuk korban banjir bandang dan longsor Sentani yang terjadi pada pertengahan bulan Maret 2019 lalu, Minggu (29/9/2019).

Huntap untuk korban banjir bandang dan longsor Sentani, di bangun di Lokasi Relokasi Kemiri, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura ini berjumlah sebanyak 300 unit. Huntap tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Peletakan batu pertama pembangunan huntap, disaksikan oleh Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd., M.KP, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura Drs. Sumartono, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, sejumlah Pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jayapura, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan tamu undangan lainnya, hadir dalam seremonial peletakan batu pertama pembangunan huntap di Lokasi Relokasi Kemiri, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Pembangunan huntap ini merupakan suatu langkah yang tepat, meskipun waktu pembangunannya sempat tertunda,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) saat ditemui wartawan usai acara peletakan batu pertama pembangunan 300 unit huntap, Minggu (29/9/2019) siang pekan kemarin.

Doni juga mengatakan, bahwa lokasi yang di tunjuk sebagai tempat pembangunan huntap ini sangat aman dari ancaman bencana serupa.
“Daerah ini relatif lebih aman (dari bencana) dibandingkan dengan daerah lainnya. Dilihat dari struktur alamnya, kalau ada hujan lebat dan terjadi banjir bisa dipastikan lokasi ini tidak akan terdampak karena lolasinya relatif lebih tinggi,” kata Jenderal TNI-AD Bintang Tiga tersebut.

Ia mengungkapkan, sebelumnya BNPB juga sempat menawarkan kepada warga yang terdampak banjir bandang untuk pindah ke tempat yang agak jauh, namun tawaran itu ditolak oleh masyarakat.

“Pernah kita tawarkan, tapi masyarakat menolak. Jadi waktu itu kita juga kerepotan untuk relokasi, tapi syukur lokasi ini diijinkan. Sehingga 300 unit rumah ini bisa mulai dikerjakan,” tuturnya.

Untuk itu, Doni juga berpesan kepada masyarakat yang telah terdata untuk menghuni 300 unit rumah ini agar dapat membantu pihaknya untuk menjaga alam.

“Karena lokasinya ini tidak jauh dari Cycloop, apalagi udaranya segar dan temperatur udaranya juga tidak terlalu panas,” pesannya.

“Itu saja yang kami minta. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang sudah tulus iklas membantu pemerintah, untuk membangunkan rumah bagi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor,” pungkasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here