PLN Terjunkan Tim Pemulihan Kelistrikan untuk Menerangi Kembali Wamena Pasca Kerusuhan

0
163
Sejak bulan Mei lalu, PLN Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat (UIWP2B) melakukan pembangunan jaringan listrik di Papua dan Papua Barat. (Viona)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Ketika situasi mulai kondusif, tidak disangka jika bumi Papua kembali membara. Tidak hanya memakan korban jiwa, kerusuhan yang terjadi di Wamena juga mengakibatkan kerusakan berbagai kerusakan, di antaranya pembangkit listrik Perusahan Listrik Negara (PLN) sehingga mengakibatkan kawasan tersebut gelap gulita.

Tidak ingin kegelapan berlangsung lama di Wamena, PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) memberangkatkan Tim Pemulihan Kelistrikan pasca aksi massa yang merusakkan beberapa aset PLN. Tim yang terdiri dari 45 personel dari pegawai PLN dan mitra kerja ini diterjunkan untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di Wamena dan sekitarnya.

“Tim juga membawa beberapa peralatan yang diperlukan untuk pemulihan dan sarana komunikasi. Sampai menunggu keadaan kondusif, kami fokus untuk mengoperasikan pembangkit terlebih dulu,” ujar General Manager PLN UIWP2B J.A Ari Dartomo lewat keterangan resminya, Rabu (25/9/2019).

Menurut Ari, ada jaringan yang putus dan gardu yang terganggu di lokasi kerusuhan, sehingga menyebabkan tidak adanya penerangan. Saat ini pihaknya mengklaim telah menyalurkan daya dari PLTMH Walesi, PLTMH Sinagma, dan PLTD Sinagma sebesar 1,5 MW.

Adapun tambahan daya yang meningkat dibandingkan hari sebelumnya tersebut dialirkan ke Bandar Udara Wamena, Polres Jayawijaya, Kodim 1702, dan RSUD Wamena yang menjadi posko sementara bagi masyarakat setempat.

“Untuk kerusakan atau aset yang terdampak, kami akan melakukan inventarisasi sepanjang jaringan terlebih dahulu apabila ada petunjuk dari pihak keamanan,” jelas Ari.

Meskipun sudah berupaya optimal, Ari mengakui masih ada beberapa penyulang listrik yang masih belum bisa dinyalakan karena jaringan masih mengalami kerusakan. Pihaknya kini masih terus berjaga dan mengupayakan kelistrikan dengan memaksimalkan penyulang yang masih beroperasi.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan pasokan listrik secepatnya, tapi tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan petugas,” tegasnya.

Akibat Hoax Rasial

Pecahnya kerusuhan di Wamena terjadi diawali dengan aksi demonstrasi. Namun, aksi ini rupanya disulut oleh penyebaran hoax yang menyebutkan adanya perkataan rasial seorang guru terhadap siswanya.

Hal ini seperti diungkapkan Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja yang menghimbau agar warga tidak termakan kabar yang tidak benar. Naasnya, akibat kerusahan tersebut sebanyak lebih dari 20 orang dikabarkan telah tewas dan puluhan lain mengalami luka.

“Kami sudah mengkonfirmasi kalau isu mengenai guru yang bertindak rasis itu adalah tidak benar. Kerusuhan yang terjadi karena mereka termakan kabar yang tidak benar tersebut,” tegasnya.

Menanggapi kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jokowi menyampaikan pernyataan resminya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019). Dia meminta semua masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang tidak benar, karena bisa mengganggu stabilitas keamanan dan politik.

“Saya minta masyarakat setiap mendengar, setiap lihat di medsos, kroscek dahulu. Jangan langsung percaya karena itu akan ganggu stabilitas keamanan dan politik. Jangan sampai fasum itu dirusak, karena itu milik kita semua. Jangan sampai ada kerusakan akibat anarkis,” ujarnya.

Bukan cuma sekedar menyampaikan pernyataan resmi, Jokowi juga mengumpulkan menteri dan kepala lembaga terkait untuk membahas kerusuhan di Wamena. Dengan begitu, diharapakan krisis yang terjadi di kawasan tersebut bisa berakhir secepatnya. (CHA /https://jokowidodo.app/post/detail/pln-terjunkan-tim-pemulihan-kelistrikan-untuk-menerangi-kembali-wamena-pasca-kerusuhan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here