PLN Berangkatkan Tim Pemulihan Kelistrikan ke Wamena

0
173
Sejak bulan Mei lalu, PLN Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat (UIWP2B) melakukan pembangunan jaringan listrik di Papua dan Papua Barat. (Viona)

JAKARTA (LINTAS PAPUA) –  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) memberangkatkan Tim Pemulihan Kelistrikan pasca aksi massa yang terjadi di Wamena pada Selasa (24/9/2019). Aksi kerusuhan yang terjadi di Wamena telah menyebabkan kerusakan pada beberapa aset milik PLN.

Menurut General Manager PLN UIWP2B, J.A. Ari Dartomo, sebanyak 45 personel yang terdiri dari pegawai PLN dan mitra kerja diterjunkan untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di lokasi tersebut. Tim juga membawa beberapa peralatan yang diperlukan untuk pemulihan dan sarana komunikasi.

“Sampai menunggu keadaan kondusif, kami fokus untuk mengoperasikan pembangkit terlebih dahulu. Ada jaringan yang putus dan gardu yang terganggu, sehingga beberapa lokasi tidak dapat penerangan”, kata Ari Dartomo dalam keterangan tertulis, Rabu (25/9/2019).

Saat ini daya yang bisa disalurkan dari PLTMH Walesi, PLTMH Sinagma dan PLTD Sinagma sebesar 1,5 MW meningkat dibanding Senin malam, tambahan daya tersebut seperti penghantar ke Bandar Udara Wamena, Polres Jayawijaya, Kodim 1702 Jayawijaya dan RSUD Wamena sebagai posko sementara masyarakat.

“Untuk kerusakan atau aset apa saja yang terdampak, kami akan melakukan inventarisasi sepanjang jaringan terlebih dahulu apabila sudah ada petunjuk dari pihak keamanan,” tambah Ari.

Terdapat beberapa penyulang yang masih belum bisa dinyalakan karena jaringan masih mengalami kerusakan. PLN masih terus berjaga dan mengupayakan pelayanan kelistrikan dengan memaksimalkan penyulang yang masih beroperasi.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan pasokan listrik secepatnya, namun tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan petugas”, ujar Ari.

PLN Wujudkan Harapan Warga Natuna

Pada saat yang sama, PLN juga terus membangun infrastruktur kelistrikan guna mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk daerah perbatasan Indonesia, seiring dengan program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah sejak 2015.

Salah satu perbatasan Indonesia, yakni Kabupaten Natuna yang mempunyai 154 pulau dengan 27 pulau berpenghuni, saat tahun 2014 baru ada empat pulau saja yang terlistrik yakni : Natuna, Sedanau, Midai, dan Serasan dan 44 desa dari 76 desa yang ada warganya menikmati listrik PLN dengan rasio elektrifikasi sebesar 63 persen.

Namun semenjak program 35.000 MW dicanangkan sebagai Nawa Cita Jokowi, kini elektrifikasi di Kabupaten Natuna meningkat hingga mencapai 97 persen. Hal ini ditandai dengan menyelesaikan penambahan infrastruktur kelistrikan di 10 pulau terdepan dan terluar antara lain : pulau Subi, P Laut , P Sabang Mawang, P Tanjung Kumbik, P Sededap, P Panjang , P Kerdau, P Batu Berian, P Seluan, P Selaut , dan 32 desa. Artinya saat ini seluruh desa di kabupaten Natuna telah menikmati listrik PLN.

Vice Presiden Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengungkapkan, meski tantangan dan hambatan untuk melistriki 10 pulau dan penambahan 32 desa tidaklah mudah namun berkat semangat dan energi optimisme PLN serta kerjasama yang baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, upaya untuk mewujudkan elektrifikasi di pulau terdepan dan terluar sebagai perbatasan negara secara nyata dapat diwujudkan

“Hadirnya listrik di sepuluh pulau tersebar di Kabupaten Natuna, sesuai dengan cita-cita mewujudkan SDM Unggul karena listrik bisa meningkatkan geliat ekonomi dan sosial suatu daerah, juga berkontribusi tidak langsung terhadap pendidikan setempat,” kata Dwi dalam keterangan tertulis, Rabu (25/9/2019).

Selain itu,dalam rangka ikut serta berkontribusi menjaga kedaulatan negara, PLN juga menyiapkan infrastruktur kelistrikan di Pulau Sakatung yang terletak di ujung utara Natuna sebagai pulau terdepan batas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memberikan penerangan penjagaan di batas Negara.

“Meski daya terpasang listrik yang disiapkan untuk melistriki pulau Sakatung tidaklah besar, saya optimis untuk saat ini cukup membantu memberikan cahaya penerangan dimalam hari sehingga satuan tugas pengamanan tapal batas negara bertugas semakin lancar dan tidak lagi harus meluangkan waktunya untuk mengoperasikan gensetnya karena pasokan listrik sudah dioperasikan oleh petugas PLN yang dinas di Pulau Sakatung,” jelas Dwi. (AHW / https://jokowidodo.app/post/detail/pln-berangkatkan-tim-pemulihan-kelistrikan-ke-wamena )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here