Menjadi Kristen Sejati : Mengikuti Jalan Tuhan Berarti Tidak Berkompromi Dengan Cara Hidup Dunia

0
1390
Patung Tuhan Yesus di Danau Sentani. Inilah posisi asli Patung Yesus sebelum rubuh atau jatuh. - (Foto Facebook Marianti VJ Wally )

Baca: Kisah Para Rasul 11:19-30

“Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” (Kisah 11:26b)

Sebutan ‘Kristen’ yang pertama kali diberikan kepada para pengikut Kristus adalah di Antiokhia. Mereka disebut Kristen karena telah menunjukkan kualitas hidup yang mencerminkan Kristus dan tentunya ‘berbeda’ dari orang-orang pada umumnya. Sebutan atau predikat dan karakter semestinya identik, menjadi satu kesatuan.

Mendengar kata ‘Kristen’ seringkali pandangan semua orang langsung tertuju kepada mereka yang tampak sibuk keluar-masuk gedung gereja, terlibat dalam kegiatan-kegiatan kerohanian di gereja, atau mereka yang tampak mengenakan aksesoris seperti kalung salib, mengenakan t-shirt atau mengendarai mobil yang bergambar atau berstiker ayat-ayat Alkitab.

Benarkah demikian? Ternyata tanda yang menunjukkan bahwa seseorang adalah pengikut Kristus (Kristen) bukan dilihat dari atribut-atribut yang dikenakan, melainkan dari perilaku atau gaya hidup sehari-hari. Kita bisa meneladani cara hidup jemaat mula-mula.

Mereka mendapat sebutan sebagai orang percaya oleh karena mereka benar-benar percaya kepada Kristus dan memercayakan hidup kepada-Nya. Selain itu mereka juga disebut murid Kristus karena kualitas hidup yang telah ditunjukkan: tekun berdoa, tekun membaca dan merenungkan firman Tuhan, memraktekkan kasih dan meneladani cara hidup Kristus, Sang Guru Agung. Mereka mau diajar dan dibentuk untuk menjadi serupa dengan Kristus sebab ada tertulis: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6).

Alkitab juga mencatat bahwa sebutan lain bagi orang Kristen pada waktu itu adalah pengikut jalan Tuhan. Mereka menjadi sasaran Saulus (Paulus sebelum bertobat) untuk ditangkap dan dianiaya.

“Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.” (Kisah 9:1-2).

Mengikuti Jalan Tuhan Berarti Tidak Berkompromi Dengan Cara Hidup Dunia! “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,” (Roma 12:2).

Sudahkah kita layak disebut sebagai pengikut Kristus (Kristen) yang sejati?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here