Festival Papeda yang berlokasi di daerah Danau Sentani, tepatnya di daerah kampung Abaar. Pasti kitong semua sudah biasa makan Papeda. Tapi di festival kali ini tidak hanya makan Papeda biasa melainkan makan Papeda dengan menggunakan SEMPE dan HILOI, dan pastinya di dampingi oleh ikan khas danau Sentani (ikan mujair).

Apa itu SEMPE DAN HILOI?

Kalau kitong biasa makan pake PAPEDA di piring, di sini kita menggunakan SEMPE yang terbuat dari gerabah. Kitong juga pake HILOI, sejenis garpu yg terbuat dari kayu.

Ingaaaattt tangal 28-30 September 2019
Jangan lupa tangal… Ayooo ke kampung Abaar. Makan Besar…

#papuajunglechef
#festivalhelaymbayhotembay19
#pestamakanpapeda
#kampungabaar
#distrikeboungfauw
#sentaniselatan

Papeda dan Ikan Mujair, siap disantap dengan hiloy (garpu bale papeda). (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Pacaran sambil nikmati Papeda bersama di Kampung Abaar. (Eveerth Joumilena)
Gerabah merupakan alat dapur berbentuk wadah terbuat dari tanah liat yang dibakar dan memiliki fungsi untuk memasak berbagai makanan, seperti papeda, keladi, ubi, ikan dan sayur. Gerabah juga dapat digunakan untuk menyimpan sagu dan air. Masyarakat Kampung Abaar, Sentani menyebut hele untuk gerabah berukuran besar dan sempe untuk gerabah berukuran kecil. Tampak digunakan untuk papeda dan ikan mujair bakar, dalam kegiatan pesta masyarakat Kampung Abar. (Eveeerth Joumilena)
Turis Mancanegara dari Amerika ikut hadir merayakan pesta bersama makan Papeda. (Istimewa /Relawan TIK Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here