Kepala Staf Kepresidenan,  Moeldoko Terima Aspirasi Berkas Lengkap Pemekaran Provinsi Tabi : Diakui Presiden Mendengarkan Suara Masyarakat Papua

0
5734

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Dalam upaya menuju solusi atas persoalan di Papua secara arif, bijak, dan tepat, khususnya peningkatkan kesejahteraan, Presiden mendengarkan suara masyarakat di sana.

 Kepala Staf Kepresidenan,  Moeldoko saat menerima aspirasi Forum Kepala Daerah Se-Tanah Tabi yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Kabupaten Sarmi, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (KSP)

*Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan,  Moeldoko saat menerima aspirasi Forum Kepala Daerah Se-Tanah Tabi yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Kabupaten Sarmi, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (26/9/2019).*

Dalam kesempatan tersebut Kastaf didampingi oleh Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Theofransus Litaay.

*Ketua LMA Port Numbay, George Awi mengatakan, bahwa kawasan yang berbatasan dengan lautan Pasifik di utara ini perlu dibentuk daerah otonomi baru (DOB) untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mempercepat pemerataan pembangunan.*

Sementara itu,  Ketua Forum se-Tanah Tabi,  Mathius Awoitauw, SE, M.Si., mengatakan, bahwa  ingin secara seius mencapai kemajuan lewat peningkatan kesejahteraan. Lewat DOB berbagai persoalan akan tertangani dengan cepat dan lebih baik. “Kami berharap kawasan ini bisa menjadi kawasan strategis nasional dengan berbagai aset dan sumber daya laut, alam, dan perkebunan,” tukasnya.

 

Senada dengan itu, Zeth Edi Ohoiwutun yang mewakili Kabupaten Jayapura lebih menyoroti keunikan wilayah Tabi dari sisi sosiologi dan antropologi.

Menurutnya, karakter kepemimpinan di wilayah utara Papua ini adalah ondoafi. Yakni pemerintahan adat dengan sistem pemerintahan yang tertata. Dengan karakter masyarakat yang ramah dan tidak suka berkonflik. Itulah sebabnya pemerataan pembangunan di Papua harus melihat aspek budaya dan karakter kepemimpinan di masing-masing wilayah.

Kepala Staf Kepresidenan,  Moeldoko saat menerima aspirasi Forum Kepala Daerah Se-Tanah Tabi yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Kabupaten Sarmi, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Tampak Zeth Edi Ohoiwutun yang mewakili Kabupaten Jayapura saat  menjelaskan, lebih menyoroti keunikan wilayah Tabi dari sisi sosiologi dan antropologi. (KSP)
Kepala Staf Kepresidenan,  Moeldoko saat menerima aspirasi Forum Kepala Daerah Se-Tanah Tabi yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Kabupaten Sarmi, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (KSP)

Dalam tanggapannya Kepala Staf Kepresidenan menekankan, pemerintah mendengar dan responsif terhadap persoalan-persoalan Papua. “Saya menggarisbawahi, pendekatan antropologi, sosiologis, dan etnografi, penting untuk pengembangan Papua ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi V Kantor Staf Presiden,  Jaleswari Pramodhawardani menambahkan, alasan pengembangan wilayah bukanlah sekadar untuk mendekatkan rentang kendali pemerintahan dan soal kesejahteraan belaka, namun juga penting memperhatikan pendekatan budaya dan karakter kepemimpinan wilayah adat. (Dhoto Eveerth / Humas KSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here