Genjot PAD, Bappenda Kabupaten Jayapura Pasang Tapping Box, TMD dan POS di Rumah Makan dan Hotel

0
327

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) memasang tapping box atau Terminal Monitoring Device (TMD) dan Point of Sales (POS) pada sejumlah rumah makan, hotel dan restoran yang dinilai berpotensial.

Hal ini dilakukan dalam rangka upaya mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor pajak hotel dan restoran.
Untuk memperlancar pelaksanaan pemasangan tapping box tersebut, Bappenda Kabupaten Jayapura menggandeng Bank Papua Cabang Sentani. Ini seperti disampaikan Kepala Badan Pengelola Pendapatan (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegay melalui Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi Daerah pada Bappenda Kabupaten Jayapura, Jimmy Yoku, Rabu (25/9/2019) di sela-sela pemasangan dan pelatihan penggunaan tapping box di Rumah Makan Arlyie, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Bappenda Kabupaten Jayapura bekerja sama dengan Bank Papua Cabang Sentani untuk melaksanakan pemasangan alat tapping box di sejumlah rumah makan, hotel dan restoran yang ada di Distrik Sentani,” kata Jimmy Yoku.

Ditambahkan Jimmy, pemasangan tapping box tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap rencana aksi pencegahan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI).

Dikatakannya lagi, hal ini juga diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Jayapura Nomor 26 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah secara Sistem Online.

“Dan juga telah diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pajak Daerah yang didalamnya ada pajak restoran. Serta Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerapan Sistem Online terhadap Pajak Daerah, khususnya untuk Pajak Restoran dan Hotel,” beber Jimmy.

Lebih lanjut Jimmy mengatakan, untuk tahap awal pemasangan tapping box difokuskan di Distrik Sentani pada sejumlah rumah makan, hotel dan restoran yang potensial saja. Selanjutnya, akan dipasang pada rumah makan yang merupakan wajib pajak lainnya seperti warung makan menggunakan tenda yang berjualan pada malam hari di Kota Sentani.

“Begitu juga dengan hotel atau penginapan. Untuk itu, diimbau kepada seluruh wajib pajak dan masyarakat bahwa di setiap rumah makan dan penginapan ada kewajiban perpajakan sebesar 10 persen dari penjualan,” imbuh Jimmy dengn nada tegas.

Bappenda Kabupaten Jayapura yang menggandeng Bank Papua Cabang Sentani itu terjun langsung ke lapangan untuk memasang dan juga memberikan pelatihan singkat tentang tata cara penggunaan alat tapping box di sejumlah rumah makan, hotel dan restoran yang ada di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegay bersama para Kepala Bidang, Divisi Perencanaan dan Pengembangan Bank Papua Cabang Sentani serta sejumlah pegawai Bappenda Kabupaten Jayapura.

“Tapping Box yang kami pasang hari ini (kemarin) diharapkan dapat mengontrol dan mengawasi transaksi para pengusaha terkait penerimaan pajak daerah,” papar Jimmy.

Ia menjelaskan, pemasangan dan pelatihan secara singkat langsung kepada para pengusaha ini dilakukan untuk menggali potensi pajak daerah melalui data yang tepat dan benar dan tidak lagi melalui asumsi.
Dia juga mengungkapkan bahwa pajak adalah kewajiban bagi semua warga negara.
Jimmy kembali mengatakan pajak restoran misalnya, merupakan titipan dari pelanggan restoran yang harus disetor ke Negara.
Karena dana dari pajak tersebut akan digunakan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Jayapura seperti perbaikan jalan, infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

Dalam kesempatan ini, Jimmy mengucapkan terima kasih atas respon yang positif kepada para Wajib Pajak (WP) yang telah berkenan menerima pemasangan tapping box. “Respon dari para pejuang pajak sangat bagus dan luar biasa seperti di Rumah Makan Arlyie, meskipun ada beberapa juga yang meminta menunggu konfirmasi dengan pihak owner atau pemilik usaha,” ujarnya.

Jimmy berharap setelah terpasangnya alat perekam data transaksi online ini, seluruh WP di Kabupaten Jayapura khususnya Distrik Sentani meliputi pajak hotel, restoran dan rumah makan itu bisa taat membayarkan pajaknya ke Pemkab Jayapura.

“Jadi apapun transaksinya, WP tidak bisa bermain saat membayar pajak. Karena tugas WP adalah memungut pajak, melaporkan dan menyetorkan,” imbuhnya.

Ketika ditanya berapa target tapping box yang akan dipasang pada tahap awal, mantan Ketua MPI Kabupaten Jayapura ini menjawab ada 50 unit tapping box. “Target kita ada 50 unit, namun untuk tahap awal ini ada 15 unit yang dipasang dan akan dipasang terus hingga memenuhi target 50 unit hingga Minggu ini,” ujarnya.

Disisi lain, Penanggung Jawab RM Arlyie, Bernioman Timang yang ditemui wartawan disela-sela pemasangan dan pelatihan alat Tapping Box di tempat usahanya, sangat menyambut baik pihak Bappenda Kabupaten Jayapura yang memasang tapping box. Selain itu, Bernioman juga mengatakan dengan adanya alat tersebut dirinya sangat terbantu.

“Kami respon baik apa yang dilakukan Bappenda Kabupaten Jayapura sangat bagus. Karena sebelumnya kan kita kalau mau melaporkan pajak harus naik ke Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura) dulu dan melaporkan pajak kita. Tapi, dengan adanya alat ini kita sudah tidak perlu lagi bolak- balik ke Gunung Merah untuk melaporkan pajak,” katanya.
Ia juga berharap kedepan Pemerintab Kabupaten Jayapura dapat memberikan reward kepada para pengusaha atau wajib pajak yang taat bayar pajak. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here