Mendikbud Kunjungi SD Inpres Kemiri Pastikan Siswa Dapat Layanan Pendidikan Lebih Baik

0
158
“Nanti satu paket di dalam Penguatan Pendidikan Karakter, dan masih terbuka kalau ada hal tertentu yang masih harus masuk, akan kita masukkan. Kita usahakan mulai tahun ajaran 2019. Tetapi ini bukan mata pelajaran, tetapi tema-tema yang terintegrasi,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, usai Taklimat Media Akhir Tahun 2018 di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018). (Foto Humas Kemendikbud)

SENTANI (LINTAS PAPUA)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy mengunjungi Sekolah Dasar Inpres Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin ( 23/9/2019) kemarin untuk memastikan para siswa telah mendapatkan layanan pendidikan lebih baik pascabencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Sentani pada bulan Maret 2019 lalu.

Para siswa langsung menyapa Menteri Muhadjir setibanya di lokasi. Mereka terlihat bersemangat karena sekolahnya mendapat kunjungan dari Mendikbud.

“Inikan salah satu perhatian kita. Kita bangun sekolah baru dua lantai, nanti beberapa akan kita bantu lagi,” terang Menteri Muhadjir kepada para awak media.

Muhadjir Effendy mengatakan kunjungannya selain meninjau beberapa sekolah di Papua, kehadiran dirinya beserta rombongan untuk meresmikan Sekretariat Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan Papua dan Papua Barat, termasuk melakukan koordinasi juga pengarahan kepada tim untuk bekerja.

“Karena tim ini bersifat kontingensial ad hock, jadi harus cepat dan punya target yang jelas untuk percepatan ketertinggalan pendidikan di Papua,” bebernya.

“Kita bentuk sekretariat percepatan pembangunan dan saya tempatkan disini Eselon I, pejabat Eselon I di Kemendikbud itu orang Papua juga. Jadi dia (orang) yang faham dengan Papua,” lanjut Muhadjir Effendy menjelaskan.

Ia menerangkan, tim percepatan yang dibentuk merupakan satu metode untuk lakukan percepatan pendidikan di Papua yang lama tertinggal dari daerah lain di Indonesia.

“Anak-anak Papua anak yang cerdas, tidak ada perbedaan bahkan dalam kegiatan tertentu anak Papua sangat menonjol,” imbuh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Karena itu, tidak ada perbedaan dan perlakuan khusus untuk siswa Papua dan di daerah lain. Hanya saja untuk Papua lebih diperhatikan soal kearifan lokalnya sebagai muatan dasar pada pendidikan bidang karakter.
“Anak Papua dalam bermain bola hebat-hebat, bahkan juara fisika juga ada dari anak Papua. Bukan berarti anak Papua beda dengan anak Indonesia yang lain, Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua,” tegasnya.

Untuk diketahui, rencananya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy beserta rombongan akan bertolak ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya untuk meninjau secara langsung para siswa dalam status pengungsian di lokasi pengungsian. Tetapi, batal berangkat karena situasi di Kota Wamena tidak kondusif. Akibat ulah para demonstran yang bersikap anarkis hingga membakar kantor pemerintahan, rumah warga, toko dan juga beberapa kios milik masyarakat pada aksi demo yang berujung ricuh yang diduga dipicu kabar hoax. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here