JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pangdam XVII/Cenderawasih,  Mayjen TNI Herman Asaribab langsung melakukan kunjungan kerja ke wilayah Ilaga Kabupaten Puncak dalam rangka meninjau secara langsung perkembangan situasi di wilayah Ilaga pada hari Sabtu (21/09/2019).

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab langsung melakukan kunjungan kerja ke wilayah Ilaga Kabupaten Puncak dalam rangka meninjau secara langsung perkembangan situasi di wilayah Ilaga pada hari Sabtu (21/09/2019). (ISTIMEWA)

Kunjungan kerja Pangdam yang seyogyanya direncanakan pada hari Jumat kemarin (20/09/2019) tertunda karena faktor cuaca yang kurang bersahabat baik di wilayah Timika maupun di wilayah Ilaga Kabupaten  Puncak.

Pangdam XVII/Cenderawasih yang didampingi Asintel dan Asops Kasdam langsung melaksanakan kunjungan kerja pertamanya setelah 2 hari dilantik dan serah terima jabatan dihadapan Kasad beberapa hari sebelumnya. Pangdam beserta rombongan sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja ke satuan-satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih di Wilayah Timika.

 

Pada kesempatan tersebut Pangdam Mayjen TNI Herman Asaribab juga di dampingi Danrem 173/PVB beserta unsur Dansat jajaran wilayah Timika menyempatkan berkunjung ke RSUD Timika guna membesuk pasien masyarakat sipil yang menjadi korban penembakan sporadis Kelompok Separatis Papua (KSB) beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya di RSUD, Pangdam yang merupakan salah satu Putra terbaik Asli Papua menyampaikan keprihatinan dan emphatinya kepada korban beserta keluarga dengan menghimbau kepada pihak RSUD Timika dan Dokter agar memberikan pelayanan terbaiknya dalam penanganan pasien korban penembakan.

 

“Tolong rumah sakit dan dokter berikan pelayanan yang terbaik kepada yang sakit (korban), Dandim dan Karumkit Timika segera bantu RSUD apabila ada kendala atau keterbatasan seperti obat-obatan guna mempercepat pelayanan kepada korban,” jelas Pangdam.

 

Pangdam beserta staf yang semula akan berangkat ke Ilaga Kab. Puncak hari Jumat (20/09) sempat delay karena faktor cuaca yang tidak mendukung dan akhirnya melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya pada hari Sabtu setelah pihak BMKG menyatakan bahwa cuaca di wilayah Timika dan Ilaga dinyatakan aman bagi penerbangan.

 

Kunjungan kerja kali ini merupaka kunjungan yang pertama bagi Mayjen TNI Herman Asaribab sebagai Pejabat Panglima Kodam di Bumi Cenderawasih yang sudah tidak asing lagi karena beberapa jabatan strategis sudah dilalui sebelumnya di Tanah Papua.

Mantan Pangdam XII/Tanjungpura ini terakhir pernah menjabat sebagai Kasdam XVII/Cenderawasih pada era tahun 2015 sd 2017.

 

Bapak Bupati Puncak Willem Wandik merasa tersanjung dan mendapat suatu kehormatan yang luar biasa atas kunjungan Pangdam XVII/Cenderawasih karena selain merasa bangga atas pelantikan Putra Asli Papua Mayjen TNI Herman Asaribab sebagai Pangdam juga Kabupaten Puncak menjadi wilayah pertama yang dikunjungi oleh Pangdam.

 

Hadir juga dalam kunjungan kerja ke Wilayah Ilaga Kab. Puncak Irjen Pol Paulus Waterpauw mewakili Kapolri bersama Pangdam XVII/Cenderawasih.

 

Kegiatan kunjungan kerja Pangdam dan Irjen Pol Paulus Waterpauw ke wilayah Ilaga, selain dalam rangka memantau langsung perkembangan situasi pasca insiden kontak tembak antara Aparat Keamanan Gabungan pada hari Selasa (17/19/2019) juga memenuhi undangan Bupati Puncak Willem Wandik kepada Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru dilantik guna melakukan acara sujud syukur bersama-sama masyarakat Ilaga sehubungan dengan ditunjuknya Putra Asli Papua menjabat sebagai Pangdam XVII/Cederawasih.

 

Dalam kunjungannya di Ilaga Pangdam disambut secara hangat oleh tokoh-tokoh masyarakat, Kapala Suku, Tokoh Gereja dan Pemuda setempat.

Pangdam dan Irjen Pol Paulus Waterpauw melakukan dialog komunikasi langsung dengan Bapak Bupati dan perwakilan tokoh-tokoh yang hadir di Kantor Bupati. Pangdam dan Irjen Pol Paulus menerima banyak masukan dan saran terkait upaya-upaya menciptakan situasi damai dan aman di wilayah Papua khususnya di Ilaga Kabupaten Puncak.

 

“Kami turun langsung ke wilayah bersama Bapak Bupati intinya membantu, karena sesuai dengan UU posisi saya membantu pemerintah daerah dan Kepolisian, situasi yang terjadi di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih didalamnya yang punya wilayah adalah Bapak Bupati, kami datang juga terkait situasi kemarin ada insiden kontak tembak,” katanya.

 

Dirinya mengakui, pihaknya  melaksanakan pendekatan langsung dengan masyarakat agar tahu bagaimana kondisi sebenarnya kemudian langkah-langkah penanganan nanti akan ditentukan oleh Tim Investigasi.

“Sehingga saya belum bisa memutuskan langkah apa yang harus diambil dalam waktu dekat. Ada Tim yang akan menilai dan akan menyerahkan kepada kami selanjutnya akan disampaikan kepada Pimpinan,” lanjutnya.

Terkait masalah adanya permintaan penarikan pasukan, dirnya menjawab, akan  sesuai keinginan masyarakat nanti kita akan sampaikan kepada Pimpinan untuk bagaimana langkah-langkah kedepan. “Tadi Bapak Bupati sudah membuat dan akan mengirimkan surat, kita juga akan mendukung bagaimana surat itu bisa ada langkah-langkah kedepan untuk langkah penyelesaian,” jelas Pangdam.

 

Dalam kesempatan yang sama Bupati Willem Wandik dan Irjen Pol Paulus Waterpauw juga memberikan keterangan setelah acara selesai.

 

“Kami pada prinsipnya membutuhkan aman, damai di masyarakat khususnya wilayah Puncak, kehadiran TNI Polri juga memberikan keamanan didaerah Papua khususnya di Puncak, kemudian hari ini kita minta supaya keadaan daerah ini harus aman,” katanya.

 

“Mungkin nanti saya akan menyurati kepada pimpinan yang lebih tinggi lagi, sesuai dengan masyarakat menyampaikan bahwa meminta untuk proses pengejaran kelompok bersenjata harus dihentikan karena mereka (KSB) berbaur di masyarakat, dampaknya masyarakat dan pembangunan, perlu catatan khusus bahwa daerah ini adalah program bapak Presiden jilid 2 untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Pegunungan Tengah,’ tambahnya.

Dalam kunjungan kerja ke Wilayah Ilaga Kab. Puncak Irjen Pol Paulus Waterpauw mewakili Kapolri bersama Pangdam XVII/Cenderawasih dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, tampak saat menjumpai Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik. (ISTIMEWA)

Ditambahkan, bahwa pihaknya menjaga pembangunan jalan trans Papua ini pada khususnya di Ilaga yang sebentar lagi akan terhubung, adanya akibat kontak senjata, pengejaran dampaknya masyarakat dan pembangunan jadi korban.

 

“Kami meminta Panglima TNI dan Kapolri mohon memberikan instruksi arahan-arahan pada pimpinan bawah agar masalah ini selesai. Hari ini pertemuan tingkat tinggi di Papua, Bapak Pangdam, Bapak Waterpau mewakili Kapolri datang kami sepakat minta masyarakat yang ada diluar yang belum ada kegiatan dijalan-jalan mari kita kembalikan, ada kelompok seperti yang terjadi kemarin, mulai hari ini, besok kami akan kumpulkan masyarakat disuatu tempat dan akan komunikasi, kembali ke kampung masing-masing dan melaksanakan ibadah seperti kegiatan biasa, tidak ada yang takut-takut lagi karena situasi sudah aman,” terang Bupati.

 

“Saya hanya berpikir begini bahwa kejadian itu kapan saja bisa terjadi, ada konflik-konflik pribadi juga kelompok-kelompok dan lain sebagainya tapi biar kita kembali pada posisi yang normal, mewakili Bapak Kapolri menyampaikan pesan kepada para tokoh masyarakat dan agama bantu pemerintah disini buat situasi kekeluargaan dan jaga perdamian,” tambah Waterpauw.

Acara dialog diakhiri dengan foto bersama Pangdam, Bupati, Irjen Pol Paulus berserta semua tokoh-tokoh yang hadir di Kantor Bupati Kabupaten Puncak. (Pendam XVII /Cenderawasih)