JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Masyarakat Kampung Kunga, Distrik Amukia Kab. Puncak mengadakan acara Bakar Batu dalam rangka meminta keselamatan agar terhindar dari aksi KSB (Kelompok Separatis Bersenjata) pasca penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Aparat Keamanan Gabungan TNI/Polri terhadap Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) pada tanggal 24 Agustus 2019 lalu di wilayah Distrik Gome.

Acara bakar batu yang dilaksanakan pada hari Minggu kemarin (15/09/2019) sekitar pukul 11. 00 s.d. 15.00 WIT merupakan acara yang telah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya dengan anggaran/dananya berasal dari iuran sukarela masyarakat Kampung Kunga dan dalam acara bakar batu tersebut masyarakat membakar 5 ekor babi.

Menurut informasi yang beredar bahwa masyarakat sekitar kampung Kunga merasa resah dan tidak aman dengan adanya KSB (Kelompok Separatis Bersenjata),  yang sering datang ke daerah kampung Kunga untuk meminta bahan makanan (Bama) kepada masyarakat secara paksa dan apabila dari kepala suku/kepala perang menentang maka akan dibunuh oleh KSB tersebut.

Masyarakat berharap agar pihak Aparat Keamanan bisa segera mengusir Kelompok Separatis Bersenjata yang berada di sekitaran wilayah Kampung Kunga terutama yang berasal dari luar wilayah Ilaga, agar masyarakat tidak takut lagi melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa dan menurut masyarakat kampung Kunga bahwa Aparat Keamanan yang berada di wilayah Ilaga Kab.

Puncak mempunyai wewenang dan tanggung jawab secara Hukum (menjalankan tugas sesuai aturan), berbeda dengan KSB (Kelompok Separatis Bersenjata) yang tidak mempunyai hukum dan bahkan selalu melakukan tindakan kekerasan serta kejahatan kriminal yang melanggar hukum.

Informasi lain juga diperoleh bahwa pada tanggal 14 September 2019 di daerah Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, telah terjadi aksi pemalangan yang dilakukan oleh KSB pimpinan Peni Murib dan Militer Murib terhadap masyarakat pekerja (tukang ojek) dengan cara langsung mengambil kunci motor dan meminta kepada para tukang ojek apabila mau kunci montornya kembali maka harus ditukar dengan Bama, kemudian demi keamanan dan keselamatan para tukang ojek tersebut menyanggupinya. (Otentikasi: Letkol CPL Eko Daryanto (Kapendam XVII/ Cenderawasih)