SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura mencatat, seluas 1.100 hektare tanaman padi di sana gagal panen atau puso. Itu akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 16 Maret 2019 lalu.

 

“Pada bulan Juli dan Agustus di tahun 2019 itu alami puso atau tanaman padinya gagal panen. Penanaman pertama (perdana) tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu itu juga gagal karena terdampak bencana banjir tersebut. Kemudian gagal panen yang kedua ini juga akibat kekurangan air,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M., saat ditemui diruang kerjanya Selasa (10/9/2019) kemarin siang.

 

Lahan pertanian tanaman padi sawah maupun ladang seluas 1.100 hektare di Kabupaten Jayapura mengalami gagal panen. Hal ini diakibatkan tanaman padi yang terdampak banjir dan kekurangan air.

 

Adolf Yoku mengatakan, total luas lahan pertanian tanaman padi di Kabupaten Jayapura itu hampir 1.100 hektare. “Jadi semuanya gagal panen, atau padi sawah tidak bisa panen. Tapi, yang biasa mereka tanam kan itu tidak sampai 1.100. Misalnya di Kampung Karya Bumi dan Sumbe, Distrik Namblong itu, kita punya daerah potensi padi sawah. 1.100 hektare lahan pertanian itu untuk tanaman padi sawah dan padi ladang,” imbuhnya.

 

“Sebenarnya kurang lebih 1.000 hektare itu tanaman padi sawah, tapi sumber airnya tidak bisa digunakan. Contohnya di Nimbokrang itu dulunya kan tanaman padi sawah, tapi karena ada permasalahan hak ulayat sehingga terjadi aksi pemalangan. Kemudian irigasinya alami kerusakan atau putus akibat diterjang banjir. Jadi, inikan tugasnya Dinas PU untuk perbaikan irigasi yang alami kerusakan,” sambung Adolf Yoku.

 

Sejak tahun 2008 lalu, irigasi yang dibangun di Distrik Yapsi itu untuk melayani 2.000 hektare sawah tersebut belum pernah terbangun dengan baik dan bagus. “Hanya dibuat saluran-saluran sekunder saja dan belum bagus juga dibangun irigasinya. Jadi, irigasi sawah yang masih bagus berjalan itu hanya terdapat di Distrik Namblong. Namun irigasi yang ada di Namblong juga sempat terganggu kemarin atau patah jaringan sekundernya akibat terdampak banjir,” bebernya diakhir wawancara. (Irf/ lintaspapua.com)