SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya tidak ada niatan untuk memulangkan mahasiswanya yang berkuliah di luar Papua baik di Pulau Jawa dan sejumlah daerah lain di Indonesia, termasuk di Luar Negeri pascaterjadinya kasus rasis belum lama ini.

Untuk memastikan hal tersebut, Bupati Mathius menyampaikan bahwa dirinya telah mengirim tim untuk mengunjungi satu-persatu mahasiswa asal Kabupaten Jayapura yang kini sedang berkualiah di luar Papua. Supaya tetap berkuliah seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan beredarnya berita hoax soal pemulangan mahasiswa Papua.

“Mahasiswa Kabupaten Jayapura yang berkuliah di Jawa dan Luar Negeri, masih tetap akan dibiayai oleh pemerintah Kabupaten Jayapura hingga berakhirnya masa kuliahnya, jadi tidak perlu terpengaruh dengan apa yang telah terjadi baru-baru ini menimpa beberapa mahasiswa asli Papua di Surabaya dan Malang,” terangnya.

Kata Mathius, ada beberapa kesepakatan yang telah dibuat antara pemerintah dan mahasiswa, inti kesepakatannya mahasiswa tersebut berkewajiban untuk serius dalam berkuliah hingga lulus dan Pemerintah Daerah yang membiayai.

“Kita sudah kirim tim sudah satu minggu, ada di keliling untuk mengecek, memastikan dan memberikan jawaban, bahwa pemerintah daerah masih membiayai, karena itu tetap di tempat. Tugas kalian hanya berkuliah dan tidak boleh keluar dari kampus,”terangnya.

Untuk itu, Mathius berpesan kepada para orang tua untuk dapat memberikan dukungan kepada anak mereka agar tetap giat berkuliah dalam menimba ilmu. Sebab, Pemerintah Daerah tidak punya program untuk memulangkan mahasiswa kembali ke Papua.

“Mereka ada di Sulawesi, Jawa, dan Luar Negeri jadi kalau mereka sampai keluar, dia berarti sudah tidak konsisten lagi dengan kesepakatan yang dibuat bersama, harus serius selesaikan studi tepat waktu,”paparnya.
Mathius menambahkan dirinya menjamin kondisi dan lingkungan di tempat mereka berkuliah hingga saat ini masih seperti biasanya dan tidak ada persoalan berarti, kalaupun ada itu menjadi tugas pemerintah kabupaten Jayapura untuk berkomunikasi dengan Pemerintah setempat.

“Persoalan di Papua ini tanggung jawab kalian , kalian mempersiapkan diri secara baik dengan pengalaman-pengalaman dan segala dinamika, nanti kalian tidak lagi merasa sulit menata masa depan Papua yang lebih baik, jadi sekolah juga harus baik,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here