Direktur Umum PDAM Jayapura, Entis Sutisna, saat diwawancara. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pasca demo anarkis tanggal 2-3 Semptember PDAM Jayapura sempat mengalami ganguan pelayanan aliran khususnya wilayah Kojabu, oleh karena  satu orang oknum dengan sengaja melakukan sabotase suplay pada sekitar sumber air Kojabu, Hingga menimbulkan suplay air beberapa wilayah mati.

 

Namun pelayanan suplay air PDAM Sudah normal kembali berkat kesigapan teknisi PDAM, hal tersebut di sampaikan oleh pimpinan PDAM kepada wartawan, Senin (9/9/2019), Kantor Pusat PDAM Hamadi Jayapura.

Direktur Umum PDAM Jayapura, Entis Sutisna menyampaikan, bahwa  kondisi pipa PDAM yang di tutup oknum dan mengaliri beberapa wilayah pelayanan PDAM mati total.

“2 September 2019, sempat ada ganguan pelayanan, khususnya jalur pipa Kojabu, melayani wilayah Kotaraja dalam, Kotaraja luar, Abe pantai, Tanah hitam, terdampak, dari adanya oknum melakukan penutupan jalur pipa besar dengan pasir cor semen, saringan rusak kemudian air di buang di sungai. Kojabu juga mengaliri Entrop, Hamadi, Argapura, Ardipura, Polimak, sampai berdampak pada suplay air pada Pasir dua, Dok 8,9,5,”Katanya.

Entis juga menjelaskan kondisi air sudah normal kembali, berkat Teknisi PDAM melakukan tindakan cepat memperbaiki pipa yang rusak, hingga air dapat mengalir kembali.

“Pada tanggal 3 September 2019 sore tenaga teknis kami berhasil menuntaskan, memperbaiki saluran air PDAM, malamnya pada pukul 20.00, air sudah mengalir kembali, kondisi ini sudah kita laporkan ke pemilih perusahaan, Bupati dan Walikota Jayapura. Kedepan harus ada pengawasan intensif kepada kami.Peran serta masyarakat diharapkan jangan mengoprasikan sepam pipa PDAM kalau bukan petugasnya,”Jelasnya.

Kemudian Entis juga memberikan penghargaan bagi teknisi dan pegawai yang telah berhasil menormalisasikan pelayanan air PDAM Jayapura.

“Tadi dalam apel pagi, saya mengapresiasi 17 pegawai, Yang nyata-nyata menyelesaikan tuntas pekerjaan itu pada tanggal 3 September 2019, juga dua orang menerima rewards, menaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, mampu membuktikan cepatnya penanganan terhadap ganguan oleh oknum warga menutup pipa sehingga air tidak masuk ke kota,” tutupnya.(Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here