JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Ketua Umum Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020 di Papua,  Lukas Enembe S.IP,  MH.,  menginstruksikan agar semua pihak terlibat dalam mempersiapkan diri menuju PON.

“Ini kegiatannya Nasional kebetulan kita Papua jadi tuan rumah oleh karena itu semua orang harus terlibat termasuk Perbankan atau perusahaan-perusahaan BUMD dan BUMN,” Kata Ketua PB PON Papua Lukas Enembe yang juga adalah Gubernur Papua kepada wartawan di Jayapura, Senin, (09/09/2019).

Dirinya juga berharap Perbankan yang ada di Kota Jayapura, selama ini ada Bank BUMN seperti Mandiri, BRI, BNI, BTN itu adalah BUMN Nasional dan juga ada Bank Swasta mereka juga harus punya pasrtisipasi untuk pelaksanaan PON 2020.

“Saya sudah ketemu Kementerian BUMN dan sudah diperintahkan kepada Perbankan. Selain sosialisasi tetapi juga ada yang di handel (kerjakan) oleh Perbankan,” terang Lukas Enembe yang merupakan Ketua Umum KONI Papua.

Lanjutnya PB PON akan melakukan MoU dengan Perbankan, apa yang perlu Perbankan memberikan sponsor, “sponsor Perbankan mau bantu apa misalnya saja dengan dana CSR mau buat apa itu kita akan melakukan MoU dengan semua Perbankan,”ucapnya.

Sehingga Perbankan betul-betul punya andil dalam sponsor pelaksanaan penyelenggaraan PON.

“Kita akan MoU terutama di empat Perbankan BUMN. Untuk empat BUMN harus kita lakukan MoU dengan mereka, karena waktu kita semakin mepet (sempit). Saya juga waktu itu bilang tunda tetapi Presiden mau kita melaksanakan PON pada tahun 2020. Jadi kita harap semua Perbankan terutama BUMN menjadi sponsor, ada tiketing, ada kampanyae PON, karena kita ada pembukaan dan penutupan PON,” ungkapnya.

Selain itu sponsornya apa laporkan ke PB PON sehingga kita lakukan MoU, sesuai dengan MoU itu kita kerjakan apa yang harus kita kerja.

Ini sangat penting sekali kepada teman-teman di Perbankan terutama Bank BUMN yang ada di Papua. Selain BUMN Perbankan ada juga BUMN lainnya seperti PT. Garuda Indonesia, Pertamina, Telkomsel, PT. Pelindo dan lainnya itu akan kita lakukan karena Ibu Menteri sudah perintah.

“Disitu akan mereka pilih mau masuk di sponsor mana, penyelenggaraan pembukaan atau penutupan atau apa yang mau disponsori itu akan kita lihat dengan MoU. Penyelenggaraan PON adalah agenda Nasional dan memang kalau kita lihat konswkuensi untuk menjadi tuan rumah, mau tidak mau harus kita harus terima walaupun dengan keterbatasan,” bilangnya.

Kalau kita merasa ingin jadi tuan rumah kita juga punya hak berapa cabang olahraga (cabor) yang akan kita laksanakan. Tentu sesuai dengan kita Papua bisa menang atau tidak. (GM)