Pertumbuhan dan pertambahan jumlah penduduk setiap hari meningkat berbanding lurus dengan lajunya proses perkembangan pembangunan dalam masyarakat. Di kota-kota besar, pusat provinsi dan kabupaten, jumlah pertambahan penduduk sangat terasa.

Hal ini dapat dapat teridentifikasi dengan pertambahan jumlah warga pendatang baru, jumlah pemukiman baru, bahkan terjadi penambahan kendaraan bermotor sampai pada mobil. Perkembangan dan pertambahan jumlah penduduk ini diikuti oleh berbagai hal yang dilakukan manusia, mulai dari hal-hal yang baik sampai kepada hal-hal yang buruk.

Kejadian 6:1-8 memberitakan dua hal terkait dengan pertambahan jumlah manusia dan perbuatan-perbuatan mereka di hadapan Tuhan. Hal pertama, Allah menghukum manusia karena manusia mulai melupakan Tuhan. Manusia lebih mengandalkan kekuatan senidir, manusia lebih memtingkan nafsu jahat dan sebagainya.

Hal ini membuat Tuhan menyesal dan memilukan hatiNya, sehingga membuat Tuhan ingin menghapuskan manusia yang telag Dia ciptakan itu dari muka Bumi.

Hal kedua, Allah berbuat demikian agar manusia sadar bahwa yang memiliki otoritas tertinggi adalah Allah dan manusia itu fana belaka. Kedaulatan ada pada Allah bukan pada manusia, karena itu Allah berdaulat untuk menghukum manusia.

Kalaupun Allah memakai Nuh karena hanya Nuh yang Tuhan dapati tetap setia kepada Allah dan itu semata-mata karena anugerah dan inisiatif Allah.

Murka Tuhan dapat terjadi kapan dan dimana saja bagi mereka yang melakukan kesalahan dan dosa, terutama dosa karena tidak dapat menempatkan diri sebagai anak-anak Allah di tengah kehidupan percabulan nafsu birahi dan seks bebas yang jahat. AMIN. (*)