Kegiatan pertemuan antara Lembaga Pemuda Adat dengan Bupati Keerom dan Kapolres Keerom, di Aula Kantor Bupati Keerom, kemarin. (Arif /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Puluhan pemuda di Keerom yang tergabung dalam Lembaga Pemuda Adat (LPA) Kabupaten Keerom melakukan dialog dengan pemerintah dan aparat kepolisian di Aula Kantor Bupati Keerom, pada Jumat (6/9/2019) kemarin.

Kegiatan pertemuan antara Lembaga Pemuda Adat dengan Bupati Keerom dan Kapolres Keerom, di Aula Kantor Bupati Keerom, kemarin. (Arif /LPC)

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM bersama Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto, SIK, SH, menemui pemuda yang tergabung dalam LPA tersebut. Juga Nampak mendampingi, Kepala Badan Kesbangpol Keerom, Minggu Bandua dan pimpinan OPD lainnya.

Pada pertemuan tersebut, keduanya menerima aspirasi yang disampaikan LPA. Bertindak selaku moderator pertemuan, Asisten II Setda Keerom, Adrianus Samonsabra. Pertemuan berlangsung dalam suasana khidmat dan dalam bentuk penyampaian aspirasi langsung dari pemuda kepada Bupati dan Kapolres.

Sementara dilain pihak, Ketua LPA, Hans Sumel memimpin pemuda dalam LPA tersebut untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi terkini di Jayapura dan Papua umumnya serta mengantisipasi hal-hal tersebut tak terjadi di Kabupaten Keerom.

Kegiatan pertemuan antara Lembaga Pemuda Adat dengan Bupati Keerom dan Kapolres Keerom, di Aula Kantor Bupati Keerom, kemarin. (Arif /LPC)

‘’Hari ini kami datang menemui Bupati Keerom dan Kapolres Keerom adalah dalam rangka menyampaikan keprihatinan kita atas kejadian yang terjadi di Jayapura, dan kita berharap persatuan di Keerom bisa dijaga untuk menjamin Keerom sebagai wilayah yang damai bagi semua anak bangsa yang ada di Keerom,’’ungkap Hans Sumel.

Atas penyampaian para pemuda, Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, memberikan penjelasan tentang kondisi terakhir Jayapura dan papua. Serta langkah-langkah yang telah diambil Pemkab Keerom untuk mengantisipasi kondisi yang ada.

‘’Atas kejadian di Jayapura tanggal 19 agustus, kami bersama Forkompinda lainnya dan juga tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat telah melakukan rapat koordinasi. Kita lakukan supervisi mulai dari tingkat kampung hingga ke Provinsi. Ini adalah langkah antisipasi, dan hasil pertemuan tersebut kita telah lakukan supervise kepada pihat terkait,’’ungkapnya.

Ditambahkan, semua pihak terkait nantinya menyamakan visi terkait kondisi dan antisipasi di Keerom. ‘’Bersama dengan pihak terkait termasuk hari ini, selanjutnya beberapa hari kita akan lakukan deklarasi damai, agar damai itu bisa terwujud dan terjaga di Keerom. Damai ini penting karena hanya dalam keadaan damailah maka pembangunan bisa dilakukan,’’lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Keerom, AKBP. Muji Windi Harto SIK, SH, mengemukakan untuk menuju kedamaian, maka semua potensi negative yang bisa merongrong kedamaian harus disingkirkan. Untuk itu ia mengharapkan peranserta LPA untuk mengatasi hal tersebut.

‘’Kondisi damai ini akan terwujud jika kita mampu mengurangi bahkan menghilangkan pengaruh negative di masyarakat. Diantaranya, Miras, KDRT dan factor kerawanan lainnya, maka kami sangat berharap semua pihak, khususnya kali ini adalah peran pemuda untuk bisa membantu kami membersihkan Miras di Keerom,’’pungkasnya. (Arif / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here