Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE, M.Si., saat diwawancara. (Fransisca /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN)Provinsi Papua makin giat dalam melaksanakan  Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebagai bentuk kegiatan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, masyarakat dan penduduk dalam program Keluarga Berencana (KB).

Sejumlah Pimpinan dan Staf Pegawai ASN BKKBN Provinsi Papua, saat foto bersama depan kantor BKKBN Papua di Kotaraja. (Fransisca / lintaspapua.com)

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE, M.Si., kepada media di ruang kerjanya, Jumat, 6 September 2019.

Dikatakan, bahwa pihaknya mereview kegiatan selama satu semester(enam bulan) tahun 2019, kondisi saat ini BKKBN Provinsi Papua sudah melaksanakan program ungulan, mencapai target kerja 57 persen (%) yang akan di evaluasi pada pertemuan BKKBN tingkat Nasional mendahulukan KIE.

“Saat ini BKKBN tidak lagi fokus pada pembatasan kelahiran, namun focus pada KIE,” ujar  Sarles Brabar.

Foto bersama usai pembukaan Rakerda BKKBN  Provinsi Papua tahun 2019. (Viona / lintaspapua.com)

Disampaikan, bahwa Program keluarga berencana merupakan Bagaimana masyarakat ketahui apa itu kualitas keluarga, lebih kepada Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

“KIE sebagai bentuk kegiatan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, masyarakat dan penduduk dalam program Keluarga Berencana (KB),” tutur laki – laki asal Biak Numfior ini.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE, M.Si., saat diwawancara. (Fransisca /LPC)

Sarles Brabar menjelaskan, bahwa BKKBN Papua sudah bukan lagi bicara pembatasan kelahiran atau dulu di kenal dengan KB.

“Tidak ada lagi unsur paksaan ber KB, kita upayakan bagaimana ibu harus tetap sehat, ibu mampu merawat anak,” Jelasnya.

Charles menambahkan,  saat ini lebih Mengoptimalkan Target kerja,Yang akan di paparkan pada tanggal 9 September 2019 di Jakarta pada pertemuan BKKBN Tingkat nasional.

“Dalam pertemuan ini merupakan mengevaluasi 57 persen Kinerja kita, sekaligus mengembangkan program edukasi pemahaman terutama Program kampung KB yang ada Papua,” lanjutnya.

 

Kemudian Charles mengatakan Segala Program BKKBN mempersiapkan generasi Emas Papua, namun lebih dahulu mempersiapkan keluarga sehat.

Pimpinan BKKBN Papua, dalam sebuah kegiatan. Giat Dalam Membangun Kesehatan Masyarakat melalui Program Kampung KB di Papua. (ISTIMEWA)

“Kita di Papua ini akan di perhadapkan dengan generasi emas Indonesia, pada waktu nya menjadi Program besar, usia produktif mengambil bagian bonus demogratif. Bonus demografi Papua menjadi bonus demografi yang cukup panjang, KIE kita kembangkan lebih mengembangkan aspek kesehatan sebagai pendekatan promotif, kepada masyarakat,” tutupnya mengakhiri wawancara. (Fransisca / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here