KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP, terus melakukan pembenahan internal terhadap pelaksanaan tugas-tugas pelayanan pemerintah terhadap masyarakat di lingkungan Pemkab Keerom. Salah satu yang dilakukannya adalah dengan melakukan pertemuan dengan OPD yang ada di lingkungan Pemkab Keerom yaitu Setda dan Dinkes Keerom, belum lama ini di Aula Kantor Bupati Keerom.

Suasana pertemuan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP, dengan jajaran Setda dan Dinkes Keerom, belum lama ini. (Ariif/LPC)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, dalam Suasana pertemuan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP, dengan jajaran Setda dan Dinkes Keerom, belum lama ini. (Ariif/LPC)

Pada pertemuan yang diikuti Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM dan Kadinkes Keerom, dr. Ronni Situmorang serta para pimpinan OPD, tak ketinggalan para Kabag dan Kabid, serta jajaran hingga staf yang ada di kedua OPD tersebut.

Pada kesempatan tersebut mereka menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan kerja mereka dan membuat terhambatnya pelaksanaa tugas dan fungsi yang melekat pada OPD tersebut. Dipimpin Wakil Bupati Keerom, akhirnya secara bersama dicarikan pemecahan masalah agar kinerja OPD yang dibahas saat itu bisa dilaksanakan  secara maksimal.

Usai pertemuan, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, kepada Lintaspapua.com menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan yang terkait dengan Tupoksinya sebagai Wakil Bupati Keerom.

‘’Kegiatan yang kami lakukan ini sesuai Tupoksi saya yang pertama adalah membantu Bupati untuk mengawasi dan membina terutama sistem pengendalian internal di lingkungan Pemkab Keerom,’’ujarnya.

Menurutnya, dalam dua minggu terakhir selama menjabat Wabup, ia telah melihat ada beberapa hal yang harus dibenahi di kedua OPD tersebut. ‘’Maka dalam pertemuan awal ini saya mengundang dua unit OPD yaitu Sekretariat Kab Keerom (Setda) dan Dinas Kesehatan Kab Keerom. Ini akan dilakukan berghilir untuk OPD lain secara bertahap,’’lanjutnya.

Ia menjelaskan,  bahwa ada beberapa hal yang perlu dibenahi di Setda dan Dinkes Keerom. ‘’Dimana didalam pendelegasian kewenangan dan dukungan agar kewenangan atau peran yang diberikan itu tidak sia-sia, atau dengan kata lain bisa dilaksanakan.  Kita bicara ini bagaimana situasi anggaran di kedua unit ini mampu diakselerasi untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat,’’lanjutnya.

Ditambahkan, dalam pertemuan tersebut dibahas tentang efektifitas, sistem, pelayanan, tata administrasi, tata kerja yang perlu diperbaiki. ‘’Ini yang kita diskusi panjang dan 80 persen hasil keputusan yang dalam satu minggu ini, kedua OPD ini kita harap sudah bisa melakukan langkah-langkah strategis untuk percepatan peningkatan kinerja sampai akhir tahun ini saya harus melihat bahwa RS dan Dinkes harus menunjukkan hasil bahwa masyarakat sudah tak ragu lagi ke RS Kwaingga. Dinkes sudah memberikan dukungan yang penuh kepada RS Kwaingga dan secara berjenjang kita akan melihat pada tingkat Puskesmas dan bagian-bagian yang ada di Sekretarisat daerah, asisten staf ahli juga harus diberikan peran dan dukungan,’’lanjutnya lagi.

Namun Wabup juga mengakui masalah keterbatasan anggaran juga mengemuka. ‘’Terkait kondisi anggaran kita yang sangat terbatas, itu memang realitas, namun tidak berarti, bahwa kita tak bisa memberi dukungan kepada staf. Karena tanpa dukungan terhadap staf maka tak mungkin para pimpinan bisa berjalan sendiri,’’tambahnya lagi.

‘’Aturan sudah ada tinggal kepada political will maka sebagai wabup ini sebagai bentuk political will, saya tunjukkan kewenangan bahwa Dinas dan Sekda sebagai pengelola anggaran harus tetap ada political will untuk mendukung tupoksi berjalan. Saya berikan waktu satu minggu ini harus ada tindak lanjut, saya akan perhatikan dan pantau terus karena ini tugas saya sesuai tupoksi,’’tegasnya. (arief/lintaspapua.com)