Peresmian Jembatan Yotefa (Hamadi – Holtekamp) Usai Penyelesaian Masalah Tanah

0
625
Jembatan Yotefa dilihat dari Pantai Tanjung Kasuari Kampung Enggros. (Foto Facebook Theo Samay )

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA)  – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Papua menyebut rencana peresmian jembatan merah (Hamadi-Holtekamp) oleh Presiden Joko Widodo, baru akan terlaksana setelah penyelesaian masalah tanah dituntaskan.

Kepala BBPJN Wilayah Papua Osman H. Marbun. (Erwin/LPC)

Menurut Kepala BBPJN Wilayah Papua Osman Marbun, Menteri PUPR dan Gubernur Papua sudah bertemu dan menyepakati penyelesaian tanah, diselesaikan pada Oktober 2019 mendatang.

“Setelah itu baru ada rencana peresmian,” terang dia di Jayapura, Rabu.

Diketahui, tanah yang belum dibayar pemerintah untuk mengkoneksikan Jembatan Hamadi – Holtekamp sepanjang 7,5 km pada posisi mengarah ke Koya dan Hamadi.

“Memang tuntutan masyarakat persisnya tidak kita ketahui, namun sebelumnya sudah dibayar Rp26,1 miliar untuk ganti rugi tanah”.

“Sayangnya kemarin ada salah bayar sebesar Rp5 miliar sehingga uangnya dikembalikan ke pemerintah. Makanya, saat ini ditunggu selesai dulu persoalan tanahnyam setelah tuntas langsug diresmikan. Sebab progres pembangunan jembatannya sudah 100 persen,” ujarnya.

Komisi IV DPR Papua, mendesak Pemprov Papua untuk segera meresmikan Ring Road dan Jembatan Youtefa agar segera difungsikan sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Provinsi Papua.  (Gracio / lintaspapua,.com)
Presiden Joko Widodo, saat meninjau Jembatan Hamadi – Holtekamp, di Jayapura, saat didampingi Wali Kota Jayapura dan Menteri PUPR. (Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo, saat meninjau Jembatan Hamadi – Holtekamp, di Jayapura, saat didampingi Wali Kota Jayapura dan Menteri PUPR dan sejumlah perangkat pimpinan daerah. (Biro Pers Setpres)
Jembatan Hamadi – Holtekamp,  yang dibangun atas prakarsa Presiden Joko Widodo. (Erwin / HPP)

Sementara menyoal pembangunan Jalan Trans Papua, Osman Marbun memastikan bakal rampung dan terkoneksi seluruhnya pada tahun ini.

Capaian pembangunan Jalan Trans Papua tersisa 30 km dari total 3.259 km di seluruh Provinsi Papua. Diperkirakan masih ada sekitar 4.000 jembatan yang harus dibangun termasuk gorong-gorong.

Kendati demikian, dia optimis target itu bisa tercapai jika tak ada kendala teknis maupun non teknis.

Jembatan Yotefa dilihat dari Pantai Tanjung Kasuari Kampung Enggros. (Foto Facebook Theo Samay )

Resmi Dinamai Jembatan Yotefa, Walkot Pertahankan Kearifan Lokal

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jayapura akhirnya menyepakati nama Jembatan Yotefa untuk nama jembatan yang menjadi ikon Kota Jayapura itu.

Ya, tentunya masyarakat Kota Jayapura sudah tak sabar lagi ingin melintasi jembatan baru tersebut.

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM bersama Wakil Wali Kota dan jajaran OPD memutuskan nama jembatan baru itu menjadi Jembatan Yotefa.

Keputusan itu berlangsung dalam rapat yang digelar di ruang rapat Wali Kota, Senin 13/8/2018).

“Ini dilakukan berdasarkan visi misi Pemkot Jayapura dalam mempertahankan kearifan lokal,” kata Wali Kota BTM.

Dikatakan, Pemkot Jayapura akan berencana menyelesaikan jembatan baru itu yang menghunungkan dari Hamadi ke Holtekamp rampung pada bulan Desember 2018.

“Bukan hanya itu, masyarakat adat dan 10 keondoafian mendukung selama pelaksanaan pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp,” tegasnya.

Ditambahnya nanti ada pemasangan lampu pada jembatan tersebut, yang akan dilakukan salah satu perbankan yang turut mendukung infrastuktur program Pemkot Jayapura.

“Bulan Agustus 2018 ini akan dikibarkan bendera merah putih,” tandasnya. (win)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here