KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, bersama perwakilan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan RI, melakukan kegiatan Gebyar Upsus Siwab (upaya khusus sapi indukan wajib bunting) tahun 2019 panen pedet tingkat Provinsi Papua yang dilaksanakan di Keerom, belum lama ini (20/8/2019) di Yuwanain, Keerom.

Gebyar Upsus Siwab di Kabupaten Keerom yang dipimpin Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, di Arso II, belum lama ini. (Arif /LPC)
Gebyar Upsus Siwab di Kabupaten Keerom yang dipimpin Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, di Arso II, belum lama ini. (Arif /LPC)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Keerom dan perwakilan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan RI, Dinas Peternakan Provinsi Papua, dan tamu undangan lain menyaksikan langsung panen pedet dari Upsus Siwab yang telah dicanangkan di Provinsi Papua setahun yang lalu. Mereka melihat secara langsung peternakan sapi milik bpk. Harjono yang berlokasi di Yuwanain, Arso II.

Bupati Keerom, Muh. Markum, pada kesempatan tersebut mengemukakan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar utama yang pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi setiap rakyat Indonesia. ‘’Pangan senantiasa harus tersedia secara cukup, aman, bermutu, bergizi dan beragam dengan harga yang terjangkau daya beli masyarakat serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat,’’ujarnya.

Sementara itu, khusus kebutuhan pangan akan daging sapi secara nasional, khusus untuk sapi local rata-rata baru memenuhi 62,24 persen dari kebutuhan nasional. Sehingga kekurangannya masih dipenuhi dari impor baik berupa sapi bakalan maupun daging beku.

‘’Menghadapi tantangan tersebut pemerintah telah menyusun program peningkatan produksi daging sapi/kerbau dalam negeri. Menggunakan pendekatan yang lebih banyak mengikutsertakan peran aktif masyarakat. Mulai 2017 pemerintah menetapkan Upaya Khusu Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau. Dengan upaya khusus ini sapi/kerbau betina produktif milik peternak dipastikan dikawinkan baik melalui inseminasi buatan maupun kawin alam,’’jelasnya.

Ditambahkan di Provinsi Papua sejak 2018 – 2019 total akseptor sebanyak 5.350 akseptor dengan realisasi akseptor ternak yang diinseminasi sebanyak 5.647 akseptor atau 105,5 persen. Target kebuntingan sebanyak 3.276 ekor dengan realisasi 4.056 ekor atau 123,81 persen, sedangkan target kelahiran sebanyak 2.996 ekor terealisasi sebanyak 2.851 ekor atau 95,16 persen.

‘’Saya harap program ini terus berlanjut dan terus ditingkatkan dengan penambahan target akseptor inseminasi buatan sehingga sasaran peningkatan populasi ternak sapi dan peningkatan ekonomi masyarakat peternak di provinsi Papua terus meningkat,’’ujarnya.

Ia menlanjutkan, ‘’Pada kesempatan ini kita melaksanakan Gebyar Upsus Siwab dan hasil yang kita rasakan yaitu panen pedet di Kabupaten Keerom. Untuk itu saya harap Dirjen Peternakan RI, Dinas peternakan Provinsi dan Kab Keerom untuk terus bersama-sama mendukung penuh dan focus dalam pencapaian target,’’pungkasnya.(arief/lintaspapua.com)