Buka Festival Seni Budaya Islam, Bupati Keerom Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan

0
234
Festival Seni Budaya Islam (FSBI) ke-13 yang dibuka Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, di Gedung Pramuka, Sabtu (24/8/2019). (Arif/LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, membuka secara resmi kegiatan Festival Seni Budaya Islam ke-13 tingkat Kabupaten Keerom, yang digelar di Gedung Pramuka pada Sabtu (24/8/2019) kemarin.

Pada kegiatan yang digelar oleh BKMT (badan kontak majelis taklim) Keerom, tersebut, sebanyak 36 grup meramaikan lomba Marawis dan Qasidah tingkat Keerom.

Festival Seni Budaya Islam (FSBI) ke-13 yang dibuka Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, di Gedung Pramuka, Sabtu (24/8/2019). (Arif/LPC)

Bupati Keerom pada kesempatan tersebut mengemukakan apresiasinya atas digelarnya kegiatan FSBI ke-13 tersebut. Menurutnya kegiatan FSBI adalah sarana untuk melestarikan seni dan budaya islam yang banyak membawa manfaat dan syiar dalam syair-syairnya.

‘’Kegiatan FSBI adalah agenda rutin Keerom, pada kesempatan kali ini sebanyak 36 peserta dari grup-grup marawis dan qasidah yang ada di Keerom mengikuti kegiatan FSBI kali ini. Harapan kami agar kegiatan-kegiatan bernuansa islami dan budaya islami terus dibudayakan melalui marawis dan qasidah seperti kesempatan kali ini,’’ungkapnya.

Namun tak lupa Bupati Keerom mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat di Keerom untuk menjaga persatuan dan kesatuan. ‘’Beberapa hari kemarin, menyusul beberapa peristiwa yang terjadi, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, kami bersama pihak terkait, Polres, TNI dan organisasi masy serta tokoh agama dan tokoh adat bersama-sama untuk menyerukan hal ini dan juga kita dengan tegas menolak hoax dan juga rasisme,’’ungkapnya.

Sementara itu sebagai penyelenggara, Ketua BKMT Keerom, Ny. Cicih Mintarsih Markum, mengemukakan festival kali ini mengambil tema ‘Melalui Festival Seni Budaya Islam kita pererat tali silaturahmi sesame umat, serta mengembangkan potensi diri untuk syiar islam menyambut tahun baru islam 1 Muharram 1441 H.’

‘’Dari segi penyelenggaraan tahun ini, perbedaannya hanya pada waktu pelaksanaan, jika sebelumnya dilaksanakan di bulan desember, maka tahun ini kita laksnakan di bulan Agustus, karena pertimbangan kegaitan Pemkab di bulan desember sangatlah padat,’’lanjutnya.

Apalagi tahun ini kegiatan di bulan agustus ini sekaligus untuk menyambut tahun baru islam 1 Muharram 1441 H. ‘’Memang untuk peserta tahun ini sedikit berkurang walau tidak banyak, karena hingga saat ini terdaftar sebanyak 36 grup qasidah/marawis yang akan ikut serta pada tahun ini. Tahun depan kemungkinan kita akan tambah satu lagi cabang lomba yaitu hadrah,’’ungkapnya.(arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here