JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku heran dan prihatin dengan aksi demo rusuh hingga merusak sejumlah bangunan kantor dan rumah milik warga, pada satu pekan lalu, yang juga disertai penjarahan.

Ia pun tegas menolak segala bentuk aksi demo serupa karena telah diboncengi oleh kepentingan pihak tertentu.

“Saya kurang tau begitu jahatnya mereka merusak bangunan pemerintah. Apakah ada orang yang bermain? Karena saya sudah menduga kelihatannya ada yang ikut bermain sehingga demo berujung anarkis”.

“Jadi, kita menyesalkan (demo berujung rusuh) ya. Saya berharap berikutnya tidak ada lagi kegiatan (demo) seperti itu. Berikutnya kita tidak lagi ijinkan mereka yang demo anarkis,” terang Lukas saat memberi keterangan kepada pers, di VIP Room Bandara Sentani Jayapura, Selasa (3/9/2019) sore.

Ia mengisahkan, sebenarnya telah mendorong aparat keamanan untuk membendung aksi massa pendemo di sekitar Waena, supaya tak berjalan kaki ke Kantor Gubernur Dok II Jayapura. Hal itu, karena dirinya tengah berada di Jawa Timur untuk bertemu dengan mahasiswa asal Papua di Asrama Kalasan.

Sayangnya, jumlah massa yang sangat banyak membuat aparat kewalahan sehingga aksi anarkis tak mampu diredam.

“Makanya saya tidak menghendaki ada lagi demo serupa karena bakal diboncengi peristiwa rasis di Jatim. Kelompok (yang ingin memisahkan dari NKRI) ini kan masih ada. Baik yang pegang senjata di hutan maupun yang di kota”.

“Yang pasti untuk saat ini kita ajak semua masyarakat Papua baik asli maupun pendatang, mari sama-sama bersihkan kota supaya lebih rapi dan jadi bagus,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo lewat Kementerian PUPR, teah datang melihat langsung kondisi di Jayapura pasca demo rusuh.(win)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here