Yanto Eluay : Aksi Demo Rasisme Tidak Perlu Dilakukan Lagi, Lebih Baik Soroti Implementasi Otsus

0
323
Ondofolo Besar Kampung Sereh, Yanto Eluay, saat memberikan keterangan. (Irfan/LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Rencana aksi demonstrasi di Jayapura sehubungan dengan kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu yang akan digelar lagi pada hari Kamis (28/8/2019) ini membuat Ondofolo Besar Kampung Sereh, Yanto Eluay angkat bicara.

Menurutnya hal tersebut tidak perlu dilakukan.  “Saya selaku tokoh adat Papua dari Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura mengecam keras apa yang dilakukan oleh oknum warga di Surabaya terhadap adik-adik kita yang lagi studi di Jawa Timur itu. Tapi, menurut saya aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh masyarakat Papua terkait hal rasis yang kemarin maupun yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini sebenarnya tidak perlu dilakukan,” ujar Ondofolo Yanto Eluay, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, seusai mengikuti Sidang Paripurna RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2019, di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Senin (27/8/2019).

Menurutnya, ketimbang melakukan aksi unjuk rasa terkait rasisme itu akan lebih baik kalau masyarakat Papua menyoroti tentang Implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang akan berakhir dalam beberapa tahun ke depan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita berpikir dan bekerja agar seluruh rakyat Papua ini bisa hidup sejahtera. Bagaimana pembangunan di Papua bisa berjalan dengan baik, itu yang lebih penting. Apakah Otsus itu sudah berhasil mensejahterahkan rakyat Papua atau belum, dari pada rakyat Papua menghabiskan energi mereka dengan melakukan aksi-aksi demo tentang rasisme,” tuturnya dengan nada tegas.

“Evaluasi Otsus itu lebih penting ketimbang melakukan aksi yang berlatarbelakang rasisme. Seluruh rakyat Papua dari semua elemen lebih baik kita lakukan aksi untuk melihat Otsus ini sudah berhasil atau tidak. Kalau belum berhasil apa penyebabnya,” kata Yanto Eluay menambahkan.

Dirinya juga mempertanyakan kepada seluruh masyarakat Papua yang telah melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Papua dan Papua Barat, apakah dengan orang lain menghargai dan meminta maaf atas perbuatan rasis yang mereka lakukan terhadap orang Papua itu bisa mensejahterakan masyarakat Papua atau tidak.

“Tidak kan, maka itu akan lebih baik kita melakukan hal yang lebih penting untuk daearah ini ketimbang melakukan aksi-aksi demo seperti itu,” tukas pria yang juga Politisi Partai Golkar tersebut. (Irf/LPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here