WALI KOTA JAYAPURA, DR. BENHUR TOMI MANO, MM., SIDAK KEBERSIHAN DRAINASE JALAN PROTOKOL DI ARGAPURA. (Humas Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menyikapi aksi demo damai jilid II pada Kamis, (29/8/2019) yang berakhir ricuh Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM., melakukan pertemuan bersama dengan pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) yang berlangsung di kediaman Walikota Jayapura, Sabtu 31, Agustus 2019.

Dari hasil pertemuan tersebut dijelaskan pemerintah akan mendata material pengrusakan seperti perbankan, kios, rumah makan, bengkel, rumah pribadi, motor, mobil dan harta benda lainnya termasuk data-data kependudukan.

“Dari pantauan di lapangan mulai dari batas kota hingga ke Angkasa Distrik Jayapura Utara kerugian di perkirakan mencapai ratusan miliar, karena ini sepanjang jalan pusat perbelanjaan rusah parah, kantor perbankan, kantor MRP, Mall, Kantor KPU, ini kita harus data secara detail semua,” Kata Benhur usai pertemuan.

Agenda selanjutnya pemerintah kota akan mulai melakukan kebersihan pada titik-titik dari dampak aksi rusuh mulai batas kota pada hari senin hingga rabu 4 September 2019 yang melibatkan organisasi wanita, RT/RW dan seluruh ASN kota.

“Mulai hari senin kita star pembersihan di wilayah Jayapura dan sekitarnya, hari selasa kita pusatkan di wilayah Japsel, hari rabu kita kumpul di lapangan trikora abepura untuk wilayah abepura dan heram,” jelasnya.

Selanjutnya pemerintah akan menyurati Menteri Sosial, dan Menteri Koperasi dan UMKM untuk membantu warga kota dan kemudian juga akan menyurati pemerintah provinsi.

” Saya akan sampaikan data yang konkrit, akurat, benar, dan valid kepada Menteri Sosial dan menteri koperasi dan UKM agar supaya rakyat saya bisa dibantu memulihkan menyenangkan hati mereka,” paparnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas mengatakan untuk kondisi kota Jayapura saat ini sudah pulih kembali.

Menurutnya pihak Polresta Jayapura yang di bekap oleh Polda Papua akan terus berupaya menangani situasi saat ini, sehingga tidak menyebar menjadi isu Sara dan sebagainya.

“Saya mengharapkan kepada pemerintah kota dalam hal ini Walikota bersama tokoh-tokoh masyarat, adat, suku dan tokoh agama untuk tetap memberikan pencarahan kepada warganya,” katanya.

Pihak kepolisian sambung Gustav, sejauh ini sudah melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang main hakim sendiri.

“Pengrusakan yang terjadi secara manusiawi jumlah kerugiannya cukup besar, mulai batas kota hingga ke pusat kota Jayapura, nampak banyak yang rusak,” pungkasnya. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here