BIAK (LINTAS PAPUA) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., mengadakan tatap muka dengan Tokoh masyarakat, Tokoh adat, Tokoh agama, Tokoh pemuda dan Tokoh Perempuan yang ada di Kabupaten Biak Numfor dan juga Kabupaten Supiori. Bertempat di VIP Room, Lanud Manuhua, Biak, Papua, Selasa (27/8/2019).


Turut hadir dalam Tatap muka tersebut di antaranya Ketua DPRD Supiori Yarius Maryar S.Th, Wakil Ketua DPRD Kab. Biak Numfor Godlief Kawer, Kabaharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono, para Asisten Panglima TNI, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dan Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Alberth Rodja, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si,M.Pd. dan Bupati Kab. Supiori Jules F Warikar. Pangkoospau III Marsda TNI Andyawan,Pangkoarmada III Laksma I.N.G.Aryawan, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Bahman serta Forkopimda Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa kedatangannya bersama Kapolri dalam rangka silaturahmi sekaligus juga untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Biak Numfor untuk di tindaklanjuti kepada pimpinan yang lebih diatas.

“Tujuan Saya dan Pak Kapolri adalah dalam rangka silaturahmi. Kemudian yang kedua adalah mendengarkan secara langsung aspirasi dari Masyarakat khususnya terkait dengan kejadian yang diawali dari kejadian di Malang Surabaya dan berbuntut ke kejadian di beberapa wilayah.” Ujar Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI juga menambahkan, selain mendengarkan aspirasi masyarakat Biak, juga untuk memberikan solusi terhadap keinginan masyarakat yang meminta agar Putra/putri Papua dapat diterima sebagai anggota TNI/Polri. Selain itu juga, masyarakat meminta agar Bandara Frans Kaisepo dapat diaktifkan kembali baik penerbangan Internasional maupun ke wilayah lainnya sehingga dapat menyerap tenaga kerja.

Terkait masalah rasisme yang terjadi di Malang, Surabaya, dan Semarang, Panglima TNI menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan serta memproses Komandan Danramil terkait dengan kepatuhan terhadap tugas dan salah seorang Babhinsa pun saat ini telah diproses. Keduanya merupakan anggota TNI di Surabaya. “Semuanya ingin bahwa Indonesia adalah rumah besar kita, kita jaga sama-sama dan kita jaga agar semuanya bisa damai karena damai adalah indah dan kita menjaga keindahan untuk Kedamaian.” kata Panglima TNI

Sementara itu Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, dari hasil pertemuan yang dilakukan kali ini, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama,dan juga Tokoh Perempuan menyadari bahwa keamanan adalah sesuatu yang paling penting. “Kita harapkan seluruh masyarakat Papua baik di daratan Papua dan di Pulau – pulau, semua memiliki kesepakatan yang sama untuk menciptakan rasa aman karena hanya dengan rasa aman itu kita semua bisa bekerja baik pemerintah, masyarakat, anak-anak bisa sekolah, nelayan bisa mencari ikan di laut, petani dapat berkebun dan itu yang paling penting saya kira.” Tutur Kapolri

Kapolri juga menjelaskan bahwa saat ini kondisi jaringan internet di Papua dibatasi oleh pemerintah guna menghindari terjadinya Hoax yang ingin membuat masyarakat terpancing tanpa di cross cek terlebih dahulu. “Salah satu langkah kita adalah melakukan semacam slowdown terutama untuk gambar dan Video untuk menghindari terjadinya hoax sampai situasi betul-betul aman. Memang ini menjadi polemik, kadang-kadang pro kontra antara Cipil Liberty (kebebasan sipil) dengan National Security (keamanan nasional).” jelas Kapolri

Hal ini menurut Kapolri bukan hanya di Indonesia, PBB pun mengatur dalam dokumen ICCPR ( International Covenant on Civil and Political Rights) yakni dokumen yang paling penting, yang menjadi landasan hukum Internasional tentang kebebasan hak-hak sipil termasuk kebebasan berekspresi.

Untuk saat ini kita lihat masih banyak pihak yang yang berupaya untuk “goreng – goreng” terus, Oleh karena itu kita tidak ingin kecolongan, kita tidak ingin pihak-pihak tertentu Memanfaatkan peluang itu. Jadi mohon dipahami situasi ini demi keamanan nasional dan demi keamanan kita bersama,” pungkasnya. (Vio)