Memastikan Orang Terdekat Menjadi Peserta JKN – KIS : Kisah Ibu Hajja Salmah di Sarmi

0
207

SARMI (LINTAS PAPUA)  –  Salmah (36) adalah seorang warga kelurahan Mararena Kecamatan Sarmi Kabupaten sarmi. Ia memiliki usaha dalam bentuk CV. Baru-baru ini Salmah mengantarkan tetangganya yang mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan membeli bahan poko untuk orang tuanya dan terjatuh sampai tidak sadarkan diri hingga harus dilarikan ke Puskesmas terdekat bahkan di Puskesmas tidak dapat ditangani dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Dok II (RSUD Jayapura).

Hj. Salmah yang ditemui saat itu, Senin (26/08) menceritakan kepada petugas BPJS Kesehatan bahwa pada saat kejadian itu ia kasihan melihat kondisi tetangganya dan orang tuanya pingsan pada saat mengetahui anaknya kecelakaan bahkan ia sendiri panik dan bingung saat membawa korban ke Rumah Sakit.

“Pada saat tiba di rumah sakit, petugas menanyakan kepada kami apakah pasien ini mempunyai jaminan, sayapun bingung dan menanyakan ke petugasnya jaminan apa yang dimaksud sedangkan saya hanya membawa diri dan petugaspun menjawabnya jaminan kesehatan berupa kartu JKN-KIS. Dan kebetulan pada saat itu saya memegang dompet korban dan melihat ada kartu JKN-KIS setelah itu petugas pun langsung mengambil tindakan operasi,”cerita Salmah.

Lanjut ceritanya, masuk keruangan operasi lebih dari 12 jam dan baru keluar dari ruangan operasi tepatnya setengah enam pagi. Disitu saya diberi perincian dari loket dan saya melihat rincian biaya dengan berlinang air mata saya. Bagaimana tidak kaget sekali dengan total biaya operasi keseluruhannya hampir mencapai 100 juta.

Seandainya tidak ada kartu jaminan kesehatan dari kartu JKN-KIS ini entah bagaimana caranya tetangga saya mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu sekejap.

Dengan adanya musibah yang menimpah tetangga saya, disitu saya benar-benar dibukakan mata saya bahwa manfaat dari Program JKN-KIS ini sangat besar dan sangat berarti khususnya untuk masyarakat yang ekonominya kebawah.

“Sepulang dari Rumah Sakit saya langsung ke BPJS Kesehatan untuk mengurus kartu JKN-KIS anak-anak saya dan menghubungi keluarga di Makassar untuk memastikan sudah mempunyai jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Saya juga akan mendaftarkan karyawan saya untuk menjadi peserta JKN-KIS,” tambahnya.

“Melihat kondisi dari tetangga saya, maka saya pun akan mendaftarkan karyawan yang telah saya pekerjakan untuk menjadi peserta JKN-KIS. Jadi kalau seandainya pekerja saya ada yang sakit, merekapun tidak pusing dan saya juga tenang. Tinggal nanti saya akan rutin bayarkan iuran JKN-KIS nya setiap bulan dan tentunya kepada keluarga dan sanak saudara juga akan saya pastikan apakah sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS atau belum, ”tuturnya.

Saya pribadi mewakili keluarga korban mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program mulia ini, dan saya berharap untuk yang belum menjdai peserta JKN-KIS segeralah mendaftar karena musibah itu tidak ada yang tahu kapan dan dimana terjadinya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here