Delegasi Amerika Serikat, Australia, dan Jepang Kunjungi Indonesia Jajaki Peluang Investasi

0
176

JAKARTA (LINTAS PAPUA) — Sejumlah pejabat senior mewakili institusi pembiayaan pembangunan Pemerintah AS, Overseas Private Investment Corporation (OPIC), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia dan Export Finance Australia, dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) mengunjungi Indonesia minggu ini untuk menjajaki peluang bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dan wilayah Indo-Pasifik.

Selama berada di Indonesia, para mitra trilateral ini mengidentifikasi peluang bersama untuk mengerkkan dan mendukung pengerahan modal swasta guna mendukung pembangunan infrastruktur serta mendukung prinsip-prinsip Pandangan ASEAN (ASEAN’s Outlook) terhadap Indo-Pasifik. Melalui kemitraan tersebut, OPIC, DFAT, Export Finance Australia, dan JBIC berkomitmen memanfaatkan beragam perangkat di setiap negara mulai dari pembiayaan pembangunan hingga pendanaan hibah untuk memajukan tujuan pembangunan bersama di kawasan.

Dalam kunjungan ini, delegasi bertemu dengan perwakilan senior Pemerintah Indonesia termasuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta para pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka juga bertemu dengan perwakilan dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (IIGF), dan PT Sarana Multi Infrastruktur serta para pemimpin sektor swasta yang mewakili sektor-sektor prioritas termasuk transportasi, energi, dan ekonomi digital.

Selama pertemuan, para mitra trilateral ini menegaskan kembali komitmen untuk memajukan pembangunan infrastruktur di kawasan melalui proyek-proyek yang dibangun untuk bertahan lama; berkelanjutan secara finansial; mematuhi standar sosial, ketenagakerjaan, dan lingkungan internasional yang tinggi; memastikan transparansi; menciptakan peluang ekonomi untuk semua pihak termasuk para perempuan dan pekerja lokal; serta menghormati kedaulatan negara tuan rumah.

Misi tersebut merupakan wujud komitmen yang dibuat oleh para mitra trilateral dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan menjelang KTT G20 2019, untuk mengirim misi bersama ke Asia Tenggara.

“Tidak ada negara yang dapat menghadapi tantangan Indo-Pasifik sendirian,” kata Brian Churchill, Penasihat Senior OPIC untuk Indo-Pacific dan White House Fellow, dalam sambutan pembukaan rapat pleno yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “OPIC dengan bangga memimpin misi bersama dengan mitra trilateral di Indonesia untuk membuka peluang baru guna mendukung pengembangan infrastruktur krusial — dengan syarat yang memberdayakan masyarakat lokal dan memajukan model yang mempromosikan kemakmuran dan stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.”

Kunjungan ini memajukan Kemitraan Infrastruktur Trilateral antara OPIC, DFAT, Export Finance Australia, dan JBIC, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama di antara negara-negara yang memiliki pemikiran yang sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indo-Pasifik dan mempromosikan investasi infrastruktur berkelanjutan di kawasan ini. (*)

###

Tentang OPIC

The Overseas Private Investment Corporation (OPIC) adalah badan mandiri pemerintahan AS yang membantu pengusaha Amerika berinvestasi di pasar berkembang. Didirikan pada 1971, OPIC meberikan pada para pengusaha berupa perangkat-perangkat untuk mengelola risiko terkait dengan investasi asing langsung, mempromosikan perkembangan ekonomi di negara-negara dengan pasar berkembang, dan memajukan kebijakan luar negeri AS dan prioritas keamanan nasional. OPIC membantu bisnis Amerika untuk memasuki pasar-pasar baru, menciptakan pendapatan baru dan berkontribusi terhadap pekerjaan dan kesempatan pertumbuhan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. OPIC memenuhi misinya dengan menyediakan untuk para pegusaha berupa keuangan, asuransi risiko politik, advokasi dan bermitra dengan manajer pembiayaan swasta.

Pelayanan OPIC tersedia bagi yang ingin memulai dan mengembangkan rencana usaha untuk investasi di lebih dari 160 negara di seluruh dunia. Karena OPIC membebankan biaya sesuai harga pasar untuk produk-produknya, korporasi ini beroperasi mandiri dan tidak ada beban terhadap pembayar pajak. Setiap proyek OPIC harus mengikuti aturan internasional yang berlaku dan tidak boleh menyebabkan penghilangan lapangan pekerjaan di Amerika Serikat.

Tentang DFAT

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) adalah departemen pemerintah Australia yang bertanggung jawab dalam hal memberikan masukan dan nasihat dalam hal kebijakan luar negeri, perdagangan dan pembangunan. Departemen ini mengelola program senilai 4 miliar dolar Australia dan juga proyek Pembiayaan Fasilitas Infrastruktur Australia untuk Pasifik (AIFFP) senilai 2 miliar dolar Australia, yang menyediakan pinjaman dan juga dana hibah. DFAT bekerja untuk membuat Australia lebih kuat, lebih aman dan lebih sejahtera dengan mempromosikan kepentingan internasional dan berkontribusi pada stabilitas kawasan dan dunia serta pertumbuhan ekonomi.

Tentang Export Finance Australia

Export Finance Australia adalah badan pemerintah yang membidangi kredit ekspor. Badan ini memberikan saran terkait keuangan dan solusi untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan yang menguntungkan Australia dan mitra-mitranya. Melalui pinjaman, garansi, surat utang dan pilihan asuransi, badan ini  memberdayakan usaha kecil dan menengah, korporasi dan pemerintahan untuk mendapatkan kesempatan ekspor, dan mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan Pasifik dan sekitarnya.

Tentang JBIC

The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) adalah institusi keuangan yang berbasiskan kebijakan dan seluruh sahamnya dimiliki oleh pemerintah Jepang. JBIC bertujuan untuk memberikan kontribusi demi pembangunan ekonomi Jepang dan internasional serta masyarakat dengan mengambil tanggung jawab fungsi keuangan untuk mempromosikan perkembangan di luar negeri dan mengawasi sumber daya alam yang memiliki kepentingan strategis untuk Jepang.

Institusi ini juga mengelola dan mengembangkan daya saing internasional industri Jepang, mempromosikan bisnis luar negeri dengan tujuan memelihara lingkungan global, dan juga menyediakan jasa keuangan yang diperlukan untuk mencegah gangguan terhadap tata tertib keuangan internasional atau mengimplementasikan tindakan-tindakan yang sesuai untuk mengatasi gangguan tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here