SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengharapkan kepada semua pihak hendaknya harus kompak dan saling bekerjasama, termasuk membahas masalah yang kini sedang berkembang khususnya bagi para pemuka agama di Kabupaten Jayapura.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Jayapura, usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura (Forkopimda) bersama TNI, Polri, Pengadilan Negeri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Perempuan dalam pembinaan ketentraman dan ketertiban umum. Serta menyikapi situasi kondisi daerah, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (22/8/2019).

“Kalau ada persoalan lain tinggal kita komunikasi saja. Atau sebagai tokoh masyarakat di tempat tinggalnya masing-masing bisa berperan untuk mengamankan dan harus memberikan pencerahan kepada masyarakat, apakah itu di gereja, masjid dan seterusnya,” jelas, Mathius.

Lanjut dengan tegas Bupati Mathius menyampaikan, Kabupaten Jayapura tidak dapat menerima segala macam bentuk kegiatan dan aktivitas berbau rasisme yang dapat menimbulkan kekacauan. Sebab, Kabupaten Jayapura adalah zona integritas kerukunan antar sesama baik Suku, Agama, Ras dan Antargolongan.

“Dan kita sudah sepakat tadi (kemarin), bahwa rasisme itu tidak boleh ada di tempat ini. Kita harus menjaga dan kita harus bisa mengembangkan hal-hal positif sebagaimana kita canangkan kabupaten ini sebagai zona integritas kerukunan,” paparnya.

Bupati Mathius juga berpesan, masyarakat hendaknya harus lebih dewasa dengan tidak ikut terpancing, serta terpengaruh berita dari media sosial terkait isu yang kini sedang berkembang yang bisa dimanfaatkan kelompok tertentu sebagai upaya memperkeruh suasana.

Mathius Awoitauw menambahkan, pada rapat kali ini tidak membahas soal keadaan yang terjadi di beberapa wilayah di Papua hingga menimbulkan kerusakan, buntut dari aksi rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Tetapi, lebih mengarah kepada persiapan pelaksanaan PON XX tahun 2020 mendatang agar pelaksanaannya sukses seperti harapan semua pihak.

“Kita hendaknya mampu menjadi orang-orang yang mampu membawa damai dan tidak sebaliknya. Penyampaian apirasi boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai merusak dan menggangu,” tandasnya. (Irf / lintaspapua.com)