SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, SE, M.Si., secara resmi membuka rapat program kerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jayapura tahun 2019-2020, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (22/8/2019).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timotius J. Demetouw, SE, M.Si, mengemukakan, melalui rapat kerja (Raker) ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) harus mampu menghasilkan komitmen untuk meningkatkan dan memantapkan kebangkitan Baznas Kabupaten Jayapura dalam penyaluran pembagian santunan Zakat Mal, sekaligus menjalankan sebagian tugas pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Disampaikan, Timotius saat membuka secara langsung kegiatan Raker Baznas Kabupaten Jayapura, dalam penguatan Baznas Kabupaten Jayapura dengan menunaikan dan membayar Zakat melaui Baznas dan Unit Pelayan Zakat (UPZ) untuk peningkatan pemahaman Fiqih Zakat, Infaq dan Sodaqoh bagi kaum Muslimin, bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Kamis ( 22/8/2019).

Hadir pada kegiatan tersebut, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jayapura dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Dia juga menyampaikan, harta akan menjadi berkah, dengan kebudayaan perilaku berinfaq sesuai dengan kemampuan diri masing-masing. Juga kekuatan Baznas Kabupaten Jayapura sebagai pengelola Zakat tidak terlepas dari kesungguhan dalam melayani, melindungi serta menyelamatkan kaum fakir miskin.

 

“Raker ini merupakan ajang konsolidasi pengurus Baznas Kabupaten Jayapura dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan zakat di masjid maupun instansi-instansi di Kabupaten Jayapura,”ungkapnya.
Sementara itu, Usai kegiatan, Ketua Baznas Kabupaten Jayapura, H. Tri Mulyadi, S.H., M.Kn, mengatakan, melalui kegiatan dimaksud dirinya selaku Ketua menyampaikan dengan tegas kepada seluruh pengurus Baznas dan UPZ pada masjid-masjid yang tersebar di Kabupaten Jayapura harus bekerjasama.

“Kalau tidak bisa bekerja susuai amanah akan saya tarik Surat Keputusan (SK) nya, karena Baznas dapat bekerja maksimal berkat dari hasil pengumpulan, tetapi banyak yang tidak menyerahkan ke Baznas tetapi mereka bagi sendiri,” ungkapnya.

Lanjut Tri Mulyadi menerangkan, yang diminta dirinya adalah hasil pengumpulan dari Zakat mal, dan selanjutnya Zakat tersebut dialokasikan untuk pemberdayaan umat, dan pemberian bagi ekonomi kerakyatan, tetapi belum maksimal karena hasil pengumpulan tidak diserahkan langsung ke Baznas, yang seharusnya panitia UPZ wajib menyerahkan kepada Baznas, agar Baznas dapat mengaudit, mengumpulkan dan menyalurkan.

“Saya punya dasar yaitu dasar undang-undang nomor 3 tahun 2011, di dalamnya jelas kalau orang tidak punya SK tidak boleh memungut zakat , itu ada hukumannya dengan denda 500 juta karena dianggap pungutan liar (Pungli),”paparnya.

“Sebagian sudah mengumpulkan ke Baznas dengan jumlah yang cukup besar, seperti masjid agung Al Aqsha 40 juta rupiah, tetapi masjid lain hanya 2 juta, 3 juta, yang tidak sesuai dengan aturan Baznas yang kita keluarkan,”jelas Tri Mulyadi.

Tri Mulyadi menambahkan, sesuai aturan hasil pengumpulan Zakat Mal dari setiap Masjid minimal 30 persen harus diserahkan ke pihak Baznas, ini perlu jadi perhatian agar Baznas bisa bekerja maksimal untuk kemajuan ekonomi kerakyatan. (Irf / lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here