JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri mengirim utusan khusus, Komarudin Watubun menemui  pemimpin dan pemuka agama di Provinsi  Papua guna membahas berbagai permasalahan krusial yang terjadi  akhir-akhir ini di wilayah paling  Timur dari  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu.

Pertemuan khusus  Komarudin Watubun  yang juga adalah  Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P  dengan Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar, OFM. (ISTIMEWA)

Pertemuan khusus  Komarudin Watubun  yang juga adalah  Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P  dengan Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar, OFM  dan dilanjutkan pertemuan dengan  Pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua berlangsung Sabtu (31/8). Pada pertemuan tertutup bagi insan pers itu, Komarudin menyampaikan pesan-pesan khusus Ibu Megawati Soekarnoputri.

Ketika bertemu  Uskup Leo Laba Ladjar,OFM  di Keuskupan Jayapura, Komarudin Watubun didampingi Ketua DPD PDI-P Provinsi Papua, John  Wempi Wetipo.

Sedangkan saat bertemu   Pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI)  di Tanah Papua di kediamkan Ketua Badan Pekerja Am Sinode  (BPAS) GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, utusan khusus Ibu Megawati Soekarnoputri itu  didampingi  Ketua DPD PDI-P Provinsi Papua, John Wempi Wetipo dan Sekretaris DPD PDI-P Papua,  Calvin Mansnembra.

Ikut mendampingi Ketua Umum BPAS GKI di Tanah Papua adalah Wakil Ketua  BPAS GKI, Pdt Hiskis Rollo,S.Th,  Sekretaris BPAS GKI Pdt. Daniel Kaigere,S.si.

Kepada  Uskup Leo laba Ladjar, OFM,  utusan khusus Ketua Umum DPP PDI-P itu menyampaikian pesan-pesan penting dari Ibu Megawati Soekarnoputri terkait merajut kebersamaan dan semangat persaudaraan  menuju perdamaian dan kesejahteraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komarudin mengatakan, Ibu Megawati Soekarnoputri senantiasa memberikan perhatian sangat besar bagi perdamaian dan kesejahteraan hidup seluruh rakyat Indonesia di Bumi Cenderawasih ini.  Menghadapi siatuasi yang sangat krusial akhir-akhir ini di Tanah Papua, Ibu Megawati Soekarnoputri  menugaskan  kami  untuk  mendengar suara para pemimpin dan pemuka agama  di wilayah ini.

“Hasil dari semua pertemuan ini akan segera  kami laporkan kembali kepada Ketua Umum DPP PDI-P di Jakarta untuk segera  ditindaklanjuti demi terciptanya perdamaian di Tanah Papua,” kata Komarudin Watubun.

Keluarga Besar PDI-P di seluruh Tanah Air  Indonesia senantiasa ikut  merasakan   kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan, serta  keberhasilan dan kegagalan hidup  seluruh lapisan  masyarakat Indonesia di Bumi Cenderawasih ini, tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan manapun juga.

Pada pihak lain, lanjut Komarudin, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ingin mengingatkan semua anak Bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir Talaud hingga Rote-Ndao bahwa kita semua bersaudara sebangsa dan setanah air Indonesia, bergotong royong membangun kebersamaan hidup sebagai anak bangsa yang sejati demi Indonesia yang satu dan utuh.

“Ibu Megawati Soekarnoputri menaruh perhatian sangat besar  bagi  kedamaian dan kesejahteraan Tanah Papua dan menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kasus-kasus kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini yang semua itu dapat merusak pilar-pilar keutuhan dan kedamaian Tanah Papua, pada khususnya dan Persada Indonesia, pada umumnya,” kata Komarudin Watubun.

Ibu Megawati Soekarnoputri mengetahui bahwa para pemimpin dan pemuka agama di Tanah Papua telah berkomitmen menjadi pioner dalam  perjuang an menciptakan Papua Tanah Damai sehingga  Ibu mengutus kami menemui para pemimpin dan pemuka agama di wilayah ini.

Komarudin mengakui bahwa pihaknya secepatnya berupaya menemui para pemimpin dan pemuka  agama dan   gereja-gereja lainya untuk maksud yang sama.

Sementara itu, Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar,OFM membenarkan bahwa  Ketua Umum DPP PDI-P Ibu Megawati Soekarnoputri telah mengirim utusan khususnya yakni Bapak Komarudin Watubun untuk  bertemu dengannya selaku Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura.

Banyak masalah   krusial yang diperbincangkan pada pertemuan khusus hari ini  namun   tidak semua permasahalan yang dibicarakan  ini dapat  diberitakan di media massa. Semua  ini   akan disampaikan kembali oleh bapak Komarudin kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk diambil langkah dan kebijakan selanjutnya.

Patut dicamkan, para Uskup Gereja Katolik di Tanah Papua  senantiasa bergandengan tangan dengan semua pemimpin agama dan pemuka masyarakat,  pemerintah  daerah  serta komponen masyarakat lainnya untuk terus mengupayakan perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap orang tanpa kecuali.

Uskup Leo mengatakan, pada 8 Agustus 2018, para Uskup Gereja Katolik di Tanah Papua yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Manokwati- Sorong, Keuskupan Agats dan Keuskupan Timika telah mengeluarkan Surat Edaran kepada Umat Katolik, para pemangku kekuasaan dan segenap masyarakat di Tanah Papua yang berisi ajakan untuk membangun Papua yang Damai dan Sejahtera.

“Segala bentuk perseteruan, konflik dan perang adalah tembok-tembok pemisah yang harus dirubuhkan. Segala senjata perang, pedang, tombak dan panah harus ditempa menjadi mata bajak dan alat pertanian yang menopang damai sejahtera. Perang dan semua tindakan kekerasan harus dihentikan dan tidak cukup dihentikan  hanya dengan upacara adat. Untuk penyelesaian damai, hukum positif mesti ditegakkan,” tulis para Uskup dalam  Surat Edaran itu. (***)