DPP GAMKI Sikapi Proses Seleksi Capim KPK RI

0
171
Willem Wandik, S.Sos (Ketum DPP GAMKI Terpilih) dan Sahat Martin Philip Sinurat (Sekum DPP GAMKI Terpilih), saat foto bersama. (ISTIMEWA)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Pemilihan komisioner KPK saat ini sudah memasuki tahap akhir. Namun beberapa waktu belakangan ini, media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan berbagai opini yang berkaitan dengan kinerja pansel capim KPK.

“Sehingga menurut kami, penting bagi kita semua yang masih peduli dengan pemberantasan korupsi untuk menempatkan persoalan seleksi capim KPK ke dalam porsi yang tepat,” ujar Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, melalui  press release yang diterima lintaspapua.com di Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Dikatakan, bahwa Pendirian KPK pada tahun 2002 dilakukan karena institusi kejaksaan dan kepolisian saat itu masih terlalu kotor, khususnya masih adanya sisa-sisa rezim Orde Baru di dalam tubuh kedua institusi tersebut.

“Namun kehadiran KPK bukanlah untuk meniadakan peran pemberantasan korupsi di dalam institusi kepolisian dan kejaksaan, melainkan KPK dibutuhkan untuk menjadi katalisator sehingga pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan lebih masif,” lanjutnya.

Sahat Martin Philip Sinurat menambahkan, bahwa beberapa hari ini terdapat opini miring yang melemahkan pansel capim KPK. Faktanya, pemilihan pansel capim KPK dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan beberapa unsur lembaga negara dan non negara.

“Para pansel terdiri dari orang-orang yang sudah kita akui kredibilitas dan rekam jejaknya. Selain itu, proses seleksi juga melibatkan masyarakat dimana Pansel menerima masukan masyarakat sejak 23 Juli hingga 30 Agustus 2019,” ucapnya.

Dirinya mengakui, bahwa dengan proses seleksi yang akan segera berakhir, kita semua berharap para pimpinan KPK yang terpilih adalah yang memiliki semangat anti korupsi, tidak ada konflik kepentingan, serta mampu merajut kerjasama dengan semua institusi terkait antara lain kepolisian dan kejaksaan.

“Persoalan korupsi di Indonesia yang sudah seperti gunung es harus dapat diberantas hingga ke akar-akarnya dan tidak cukup hanya dilakukan oleh KPK saja, namun harus dapat sinergis dengan institusi penegakan hukum lainnya,” pesan Sahat Martin Philip Sinurat.

“Mari kita dukung proses seleksi yang sedang berlangsung. Kita dukung proses pemberantasan korupsi demi terwujudnya pemerintahan yang bersih, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ajak dan harapan Sahat Martin Philip Sinurat, mengakhiri keterangannya.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here